Film Netflix “23 Thousand Lives” bercerita tentang kisah nyata yang menimbulkan diskusi di Eropa selama bertahun-tahun. Produksi Jerman ini mengambil inspirasi dari pengalaman kapal Iuventa dan orang-orang yang memutuskan berangkat untuk menyelamatkan para migran di Mediterania tengah, menggunakan fakta-fakta yang terdokumentasi untuk kisah sinematik yang intens. Tapi seberapa benarkah apa yang kita lihat di layar?
23 ribu nyawa: kisah nyata yang menginspirasi film ini
“23 ribu nyawa” lahir dari kisah nyata: protagonis dari cerita ini sebenarnya adalah Iuventa, sebuah kapal yang digunakan oleh organisasi kemanusiaan Jerman Jugend Rettet, didirikan pada tahun 2015 oleh sekelompok sukarelawan muda yang dikejutkan oleh gambaran tragedi yang terus berlanjut di Mediterania. Setelah penggalangan dana dan persiapan yang panjang, kapal nelayan tua itu diubah menjadi kapal yang ditujukan khusus untuk operasi pencarian dan penyelamatan. Antara tahun 2016 dan 2017, para kru berpartisipasi dalam enam belas misi di Mediterania tengah, berkontribusi pada penyelamatan lebih dari 23.000 orang yang melarikan diri dari perang, penganiayaan, dan kekerasan, dan dari angka inilah judul film tersebut diambil. Film ini mengikuti jalur ini dengan cermat, sambil memilih karakter fiksi yang merangkum pengalaman beberapa protagonis nyata. Melalui karakter Lukas dan kelompok relawan yang mendukungnya, lahirnya proyek, kesulitan organisasi, keterlibatan puluhan orang, dan tekad untuk menghidupkan misi kemanusiaan yang lahir dari bawah.
Namun, seiring berjalannya waktu, iklim politik banyak berubah. Kegiatan organisasi-organisasi yang terlibat dalam upaya bantuan berakhir di bawah pengawasan dan Iuventa juga menjadi subyek penyelidikan oleh pengadilan Italia. Pada Agustus 2017 kapal tersebut disita di pelabuhan Lampedusa dengan tuduhan mendukung imigrasi ilegal. Kasus hukum ini berlangsung selama bertahun-tahun dan mewakili bagian penting dari cerita. Film ini menelusuri kembali proses persidangan melalui kesaksian, rekonstruksi dan sudut pandang beberapa migran yang diselamatkan oleh kru, hingga hasil akhir yang membuat para terdakwa dibebaskan, dan keadilan tidak mengakui keabsahan tuduhan yang diajukan terhadap mereka.
Meski terinspirasi dari peristiwa nyata, “23 Ribu Kehidupan” bukanlah sebuah film dokumenter, melainkan sebuah film fiksi yang mengolah kembali peristiwa dan karakter tanpa melepaskan kesetiaan pada peristiwa sejarah utama. Michele Cinque, penulis film dokumenter tahun 2017 “Iuventa”, yang telah menceritakan aktivitas kapal kemanusiaan, juga berkolaborasi dalam skenario tersebut.






