Meskipun ditolak masuk ke AS, wasit Somalia Omar Artan akan menerima gaji penuhnya sebagai wasit Piala Dunia setelah Piala Dunia. Hal ini dilaporkan oleh BBC, mengutip sumber informasi dari asosiasi dunia FIFA.
Artan adalah wasit terbaik Afrika tahun 2025. Dia ditolak oleh otoritas AS di bandara Miami. Dalam sebuah wawancara dengan New York Times, warga Somalia tersebut menekankan bahwa dia memiliki “dokumen yang benar dan segalanya”. Departemen Luar Negeri AS membenarkan keputusan tersebut dengan mengatakan bahwa Artan “berhubungan dengan tersangka anggota organisasi teroris” dan oleh karena itu “tidak diizinkan memasuki Amerika Serikat.”
Artan seharusnya menjadi wasit pertandingan UEFA di Salzburg
Mereka hanya akan mengetahui secara pasti berapa banyak yang diterima wasit atas pekerjaan mereka di Piala Dunia di Meksiko, Kanada dan Amerika Serikat setelah turnamen tersebut.
Uni Sepak Bola Eropa UEFA telah bereaksi terhadap penolakan Artan di AS dan menunjuk pemain berusia 34 tahun itu untuk mengelola final Piala Super antara pemenang Liga Champions Paris Saint-Germain dan pemenang Liga Europa Aston Villa pada 12 Agustus di Salzburg.
Somalia adalah salah satu dari 39 negara yang warganya terkena dampak peraturan masuk yang lebih ketat dari pemerintahan Presiden AS Donald Trump. Warga negara dari negara-negara ini harus menjalani pemeriksaan tambahan saat masuk.
sebagai/haz (dpa, sid, BBC)






