Klinik kesuburan, takdir yang saling terkait, dan pilihan yang mengubah hidup. “In Utero”, seri baru tentang reproduksi terbantu yang dibuat oleh Margaret Mazzantini, hadir secara eksklusif di HBO Max mulai Jumat 8 Mei. Protagonis Sergio Castellitto, berperan sebagai ginekolog pendiri klinik “Creatividad”, di Barcelona. Di sini setiap hari puluhan orang datang dengan keinginan yang sama, yaitu memiliki anak, namun di balik setiap jalan menyembunyikan pilihan sulit, batasan biologis, ketakutan mendalam dan pertanyaan yang belum terjawab. Seri yang lebih relevan dari sebelumnya: di Italia saja, pada tahun 2023, hampir 90.000 pasangan melakukan prokreasi dengan bantuan medis.
“In Utero” adalah sebuah perjalanan yang menemani pemirsa ke dunia yang jarang diceritakan dan sangat manusiawi, di mana kisah-kisah harapan, harapan, keberanian dan kerentanan setiap hari saling terkait: ada orang-orang dengan orientasi seksual dan romantis yang berbeda, baik berpasangan atau lajang, yang melalui keinginan mereka untuk menjadi orang tua membawa sudut pandang baru dan konflik mendalam yang belum pernah dieksplorasi. “Mereka semua adalah pasangan yang datang dengan perasaan tidak mampu. Mereka pergi ke klinik dengan keinginan dan pada saat yang sama dengan ketidakpastian: dengan defisit emosional. Setiap serial memiliki tugas dramatis dan etis untuk menjadi cermin bagi pemirsa dan dalam hal ini sangat sukses”, kata Castellitto. “Kami tidak melakukan pendekatan terhadap serial ini dengan cara yang ideologis”, garis bawah sutradara Maria Sole Tognazzi, yang juga menandatangani arahan artistik, “tetapi fakta bahwa beberapa pasangan harus pergi ke Spanyol untuk memiliki anak tentu saja merupakan masalah politik”. Pemerannya juga adalah Alessio Fiorenza, Maria Pia Calzone dan Thony. Delapan episode dirilis setiap minggu, setiap hari Jumat.
In Utero: drama medis tentang reproduksi terbantu hadir di HBO Max (bersama Sergio Castellitto)






