oleh

Warga Belitung Versus Perusahaan Kaolin

*Suranto: Perusahaan Vacum 8 Tahun
PANGKALPINANG – Permasalahan sengketa lahan antara warga Belitung dengan tiga perusahaan kaolin, yakni PT Alter Abadi Tbk, PT Nippindo Koalin Abadi dan PT Kaolin Belitung Utama di Belitung hingga saat ini belum menemui titik temu.

Terkait hal itu, Kepala Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Bangka Belitung, Suranto Wibowo mengatakan, ketiga perusahaan tersebut sudah berinvestasi bahkan masuk bursa efek.

loading...

Terkait ada kepemilikan tanah di wilayah IUP (Izin Usaha Pertambangan), jelasnya, berawal saat perusahaan sempat vakum beberapa tahun lalu.

“Mungkin karena kebutuhan kaolin oleh para investor meningkat maka mereka berinvestasi kembali. Kan namanya alat-alat mereka mau dipakai kembali, karena sudah 8 tahun pasti sudah banyak yang harus diganti. Mungkin juga dengan kapasitas produksi yang lebih besar dari yang kemarin. Tapi kan lahannya ternyata sudah dimasukkan oleh warga sekitarnya untuk bercocok tanam dan lain-lain,” ujar Suranto kepada Babel Pos, Jumat (7/12).

Terkait penyelesaian sengketa lahan ini, ESDM Babel, kata Suranto, akan berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten Belitung yang sebelumnya memperpanjang izin.

“Nah itu repot juga kita, selama ini terlantar tapi izinnya ada. Nah nanti kita koordinasikan dengan pemerintah kabupaten Belitung izinnya seperti apa, karena kita tidak bisa sendirian,” ujarnya.

Komentar

BERITA LAINNYA