oleh

Warga Babel DKI Apresiasi Polri

*Tetapkan Ahok Jadi Tersangka
Babelpos.co /PANGKALPINANG – Penetapan tersangka pada calon Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaya Purnama als Ahok dalam perkara  penistaan agama oleh Kepolisian RI mendapat apresiasi dari sekretaris Paguyuban Musyawarah Kekeluargaan Masyarakat Bangka Belitung se-Jakarta Raya (MKMB Jaya),  Secarpiandy. Menurutnya, penetapan tersangka tersebut sudah tepat karena segala alat buktinya sudah ada sedari awal.

“Akhirnya Kepolisian berani menetapkan Ahok tersangka. Terlepas apapun itu kita mengapresiasi,” kata Secar yang juga seorang pengacara senior.


Loading...

Terkait dengan penetapan tersangka ini dikatakanya masyarakat luas harus bijaksana menilainya. Semunya harus dilepaskan dari kepentingan politik apapun. “Ini murni penegakan hukum jangan dicampur baur denga apapun. Kalaupun ada yang menilai ini terkait dengan kepentingan politik, hal itu harus disingkir jauh-jauh,” ucap Secar.

Penetapan tersangka ini juga dikatakanya demi menjaga keutuhan berbangsa dan bernegara di tanah air tercinta. Desakan agar adanya penegakan hukum itu sendiri tak lepas dari  kehadiran  demontrasi pada tanggal 4 November 2016. “Hanya satu tuntutan tersebut waktu itu  kepastian hukum harus mampu dihadirkan oleh negara pada pihak yang diduga melakukan pelanggaran aturan dalam hal ini Ahok.   Hadirnya demontrasi saat itu wujud dari rasa ketidak  adilan hukum yang dihadirkan dalam hal ini kepolisian,” ujarnya.

“Memang yang diduga melakukan penintaan agama itu Ahok, Ahok sendiri memang seorang  Gubernur dan saat ini calon Gubernur. Namun dalam hukum itu siapapun dia harus tetap diproses sama. Tidak boleh ada tebang pilih, nah saat ini sikap dan tindakan Kepolisian sendiri sudah tepat dengan menetapkan tersangka pada Ahok,” sebutnya.

Masih menurut Secar kasus yang menerpa Ahok tidak bisa disamakan dengan kasus-kasus pidana kecil lainya. Pasalnya ini terkait dengan penghinaan agama yang mana secara sosiologis agama sangat sakral pada diri manusia.

“Demikian juga dengan hukum positif sudah jelas mengaturnya. Bilamana ada yang sampai terbukti melakukan penistaan jelas ada konsekwensi pidananya,” tandasnya.(eza)

Komentar

BERITA LAINNYA