oleh

Wak Seno

Oleh: Ahmadi Sopyan – Penulis Buku / Pemerhati Budaya & Sosial —

DULU, di Pangkalpinang, ada seseorang yang berbusana penuh dengan tanda pangkat bak Raja atau Jenderal Besar, namanya Wak Seno. Hanya saja Wak Seno tidak mengikrarkan diri sebagai Raja dan tidak memiliki pengikut. Tapi kini gelagat dari perilaku Wak Seno ini pun banyak yang mengikuti dengan berbagai gelar dan tanda pangkat.


Loading...

BARU-BARU ini viral di media sosial dan menjadi perbincangan di berbagai media massa dan elektronik mengenai kerajaan atau kesultanan baru yang bermunculan. Dari mulai Keraton Agung Sejagat, Sunda Empire, Kesultanan Seleco, Negara Rakyat Nusantara dan bisa jadi dalam beberapa hari, minggu atau bulan kedepan akan muncul yang lebih baru.

Dalam berbagai pandangan, kalau kita membaca fenomena munculnya Kerajaan ataupun Kesultanan baru bukan sekedar lawakan tak lucu, tapi ada kejenuhan masyarakat terhadap keadaan negeri ini sekaligus “kreativitas” tingkat ilusi tinggi akibat kurang asuhan bahkan salah asuhan.

Jika selama ini kita melihat busana kerajaan yang bukan kerajaan asli seperti Yogyakarta, umumnya dalam karnaval atau dalam lakon drama yang berkisah tentang kerajaan. Tapi akhir-akhir ini bukan sekedar karnaval, bukan pula dalam lakon drama, tapi dalam kehidupan nyata yang dibuat oleh orang-orang dengan berbagai kepentingan secara ilegal. Selain dianggap fiktif, meresahkan, menupu bahkan melakukan kegiatan subversive, maka pemerintah pun melakukan tindakan hukum. Baru beberapa hari diresmikan, Raja dan Ratu Kraton Agung Sejagat menggunakan baju tahanan setelah membuka busana kebesaraan bak seorang Raja dan Ratu benaran. Baru saja menaiki kuda dengan pengawalan prajurit, tiba-tiba hari berikutnya menaiki mobil polisi dengan dikawal Buser (Buru Sergap). Baru saja menggunakan berbagai atribut kebesaraan kraton, hari berikutnya menggunakan borgol ditangan.

Komentar

BERITA LAINNYA