oleh

Ustadz H Zahirin: Kita Harus Selalu Bergerak Menyeimbangkan Kehidupan Dunia Akherat

TOBOALI – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Bangka Belitung, Ustadz H Zahirin dalam tauziyahnya menyampaikan, beragama berarti berserah diri kepada Allah SWT sebagaimana bacaan sholat “Sholatku, ibadahku, hidupku dan matiku lillahita’ala’. Karenanya itu, idul adha dapat dilihat dari rukun-rukun haji, tawaf mengelilingi kabah dapat berarti roda kehidupan.

“Kita harus selalu bergerak menyeimbangkan kehidupan dunia akherat,” kata Ustadz H Zahirin saat menjadi khotib sholat idul adha di Masjid Agung Parit Tiga, Desa Gadung Toboali Minggu (11/8/2019).

Loading...

Menurutnya, wukuf dapat dimaknai sebagai intropeksi diri untuk melihat kembali timbangan amal ibadah dan kesalahan yang telah dilakukan seraya bertobat memohon ampunannya. Sedangkan, penyembelihan hewan kurban bukan berarti persembahan melainkan lebih bermakna yang mampu untuk membantu yang kurang mampu.

“Mari kita beragama sebagaimana islam yang rahmatan lillalamin dan mari kita hidup berbangsa dan bernegara dengan menjaga keseimbangan, kewajiban dan hak sehingga sikap toleransi selalu dikedepankan. Negara yang aman, tentram dan kondusif dapat kita capai,” ujar Ustadz Zahirin.

Komentar

BERITA LAINNYA