oleh

UPT PAM Basel Bebani APBD

*Kontribusi ke Daerah Belum Maksimal

TOBOALI – Komisi III DPRD Kabupaten Bangka Selatan (Basel), Provinsi Bangka Belitung (Babel) menilai Unit Pelayanan Teknis (UPT) Pengelolaan Air Minum (PAM) Basel cenderung membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Pasalnya, hingga kini belum memberikan kontribusi yang maksimal ke daerah.


Loading...

Diketahui pada tahun 2019 pengeluaran UPT PAM yang bersumber dari APBD sebesar Rp 2.626.600.000,00, dengan pendapatan bersih hanya Rp 1.042.592.500. Sedangkan, total realisasi tagihan pelanggan hanya Rp 832.376.500,00 dari total jumlah tagihan Rp 1.347.896.300,00 dan total akumulasi piutang (tidak tertagih_red) sampai 31 Desember 2019 sebesar Rp 1.150.192.000,00. Hal ini disampaikan Ketua Komisi III, Surianto melalui Anggotanya, Samsir.

“Jumlah pelanggan UPT PAM sebanyak 3.500 dengan harga produksi permeter kubik sebesar Rp 2.700 dengan total produksi 727. 831 permeter kubik perbulan”, jelas Samsir, kepada babelpos.co, Jumat (28/2/2020).

Berkaitan dengan hal itu, lanjut Samsir pada Kamis (27/2) kemarin, Komisi III bersama anggota Komisi I dan anggota Komisi II mendampingi pimpinan DPRD Basel yakni Wakil Ketua I, Samson Asrimono dan Wakil Ketua II, Muzani Abdullah belajar ke PDAM Tirta Musi Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel).

Komentar

BERITA LAINNYA