oleh

Uji Obat Corona ke 1000 Pasien

PERUSAHAAN bioteknologi asal Amerika Serikat (AS), Gilead Sciences Inc pada Kamis (27/2) telah memulai dua studi tahap akhir untuk menguji obatnya pada pasien terinfeksi virus corona.

Penelitian itu akan menguji obat antivirus eksperimental, remdesivir, dengan melibatkan hampir 1.000 pasien. Pasien yang akan mencobanya berasal dari pusat-pusat medis di negara-negara Asia, serta di negara-negara lain dengan jumlah kasus virus corona terdiagnosis yang tinggi.


Loading...

Ada dua durasi dosis remdesivir akan diberikan secara intravena dalam studi tahap akhir. Pejabat kesehatan Amerika Serikat mengatakan, uji coba klinis pertama yang menguji remdesivir pada pasien rawat inap dengan virus corona telah dimulai.

Awal bulan ini, obat yang saat ini dalam uji klinis di Cina, tampaknya mencegah penyakit pada monyet sebelum terinfeksi dengan Middle East Respiratory Syndrome (MERS). Setelah AS menerima remdesivir sebagai obat untuk diteliti, maka uji coba terus berlanjut.

Tujuan utama dari penelitian pertama adalah untuk mengevaluasi apakah obat itu menormalkan demam di antara pasien dan keseimbangan oksigen dalam darah. Sedangkan, uji coba kedua akan menguji remdesivir dalam proporsi peserta dalam setiap kelompok pada hari ke-14.

Komentar

BERITA LAINNYA