oleh

Udara Kota Mulai Tercemar

“Kami belum punya alat untuk ukur polusi udara, makanya kami ajukan ke BTKL Palembang untuk ukur ISPU (Indeks Standard Pencemar Udara-red) disini, untuk tahu tingkat indeks kepekatan asap,” ungkapnya.

Upaya lain juga dilakukan Dinkes Babel dengan membagikan masker kepada masyarakat secara gratis. “Jadi kami hanya berinisiatif sebar masker. Ini langkah awal kami, dibantu dengan pihak PMI dan Puskesmas, kita sebarkan masker di spot-spot asap yang dianggap berbahaya,” jelasnya.

Loading...

Karhutla Lokal
Terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Babel Mikron Antariksa menyatakan, asap di Pangkalpinang ini disebabkan kabakaran lokal yang terjadi di beberapa lokasi di Pulau Bangka yang dihembuskan oleh angin dari timur ke barat.

“Jadi siang sampai sore itu ada asap yang terjadi akibat kebakaran lokal. Tapi kami rasa ini (asap) tidak terlalu lama, angin kita berhembus lumayan kencang sehingga asap itu cepat juga berlalu dan menetap lama. Sampai sekarang kita masih bisa melihat langit yang biru,” jelasnya.

Bahkan menurut Mikron, kebakaran lahan yang terjadi pada tiap harinya mencapai 5-10 lokasi yang berbeda. “Bahkan Minggu malam juga masih terjadi kebakaran di kawasan Jembatan Emas. Hari ini (kemarin-red), terjadi di dua lokasi yakni tak jauh dari SMKN 1 Pangkalanbaru dan juga di perkebunan sawit di Makorem,” jelasnya.

Komentar

BERITA LAINNYA