oleh

Transaksi Pilkada

ADAKAH yang bisa duduk menjadi Bupati/Wakil Bupati dengan gratis?

Oleh: Syahril Sahidir  – CEO Babel Pos Grup —


Loading...

SETIAP orang pasti menjawab, sungguh tidak mungkin. Kalau pun mungkin, tapi sangat langka. Apatah lagi dengan sistem Pilkada/Pemilu di negeri ini sekarang. Pemilu dan benar-benar menjadi pesta demokrasinya rakyat, rakyat ditentukan pilihannya dengan apa yang ia dapatkan. Terpilih atau tidaknya seseorang, tergantung berkantong tebal atau tidaknya sang calon.

Akhirnya, politik di negeri ini sekarang ditentukan dan bertolak dari transaksi juga. Tinggal, apakah yang diberikan kepada rakyat itu dalam bentuk uang, atau sang calon sudah menggantikannya dalam bentuk barang yang tentu disiapkan dan dibeli dengan uang juga. Apakah mungkin mukena, sajadah, kopiah, atau beras yang diberi dan diantar ke rumah-rumah warga itu didapat dengan gratis lalu dibagi-bagi dengan gratis pula?

Selanjutnya, apakah mungkin pemberian itu dilakukan dengan penuh sukarela tanpa maksud memperoleh suara dari rakyat yang diberikan? Jika memang demikian, kenapa pemberian itu justru menjelang Pilkada/Pemilu saja? Kenapa tidak selama ini ketika misalnya beras sedang mahal-mahalnya?

Yah sudahlah.

Komentar

BERITA LAINNYA