oleh

Jaksa Eksekusi Alfian

*Tipikor Kasus Pupuk di Bangka Barat

UNTUK kesekian kalinya, Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung (Kejati Babel) bersama jajaranya melakukan eksekusi terhadap pelaku tindak pidana korupsi (Tipikor).  Kemarin (26/10) yang ditahan adalah H Alfian Arahman (42).
—————–
PENAHANAN ini dilakukan secara bersama-sama antara petugas asisten tindak pidana khusus (Aspidus) Kejati bersama Jaksa Pidsus dari Kejaksaan Negeri Muntok.  Dari keterangan petugas tak ada perlawanan berarti dari terdakwa H Alfian Arahman saat hendak ditahan di ruangan Aspidsus Kejaksaan Tinggi.


Loading...

Perihal penahanan ini dibenarkan langsung oleh Kepala Seksi Penerangan dan Hukum, Roy Arlant kepada wartawan sore, kemarin. Menurut Roy  ini merupakan kasus Tipikor lama yakni tahun 2008  berupa kasus pupuk yang ditangani Kejaksaan Negeri Muntok. Dimana terdakwa dieksekusi berdasarkan putusan Mahkamah Agung  nomor.1753K/pid.sus/2010 tanggal 27 Mei 2011. Terdakwa melanggar pasal 9 UUTPK jo pasal 64 ayat 1.

“Ini Eksekusi berdasar hasil putusan kasasi dari Mahkamah Agung. Dalam putusanya terdakwa dipidana penjara selama 1 tahun disertai denda Rp 50 juta subsider 1 bulan kurungan. Jabatan terdakwa sendiri saat itu sebagai Direktur CV. Rahman Al Ahsad (distributor pupuk urea bersubsidi tahun 2008),” kata Roy.

Dalam perkara ini terdakwa dipidana atas pemalsuan administrasi untuk pemeriksaan keuangan dalam penyaluran pupuk subsidi dari PT Pusri.  Terkait dengan kepentingan penyidikan  sendiri akhirnya H. Alfian Arahman bin Arahman saat ini digiring ke Kejaksaan Negeri Muntok.

Komentar

BERITA LAINNYA