Robot humanoid semakin diharapkan untuk melakukan tugas perawatan geriatri di Tiongkok. Di tempat yang disebut-sebut sebagai stasiun robot cerdas pertama di dunia di Beijing, para operator sedang menguji penggunaan asisten perawat berbentuk humanoid. Mesin-mesin tersebut mendukung, misalnya, pijat dan pemantauan kesehatan.
Ada masalah mendesak di balik proyek ini: Tiongkok sudah memiliki sekitar 320 juta warga lanjut usia, sementara masih terdapat kekurangan staf perawat yang memenuhi syarat. Oleh karena itu, robotika dan kecerdasan buatan dianggap sebagai teknologi utama untuk memenuhi kebutuhan perawatan yang semakin meningkat.
Namun kenyataan juga menunjukkan batas. Banyak pengunjung yang bereaksi dengan rasa ingin tahu, yang lain merasa resah dengan mesin mirip manusia tersebut. Pakar keperawatan juga menegaskan bahwa robot belum bisa menggantikan perhatian manusia. Masih terdapat kesenjangan antara visi ambisius masa depan dan penerapan praktisnya.






