oleh

TIME IS MONEY

*Babel Harus Merubah Habit Kerja
Oleh: Safari Ans – Salah Satu Tokoh Pejuang Pembentukan Provinsi Bangka Belitung

”WAKTU adalah uang. Itu konsep orang Eropa abad industri. Demi masa, Wal Ashri. Itu konsep orang Timur Tengah pada abad peradaban. Abad ke 6 Masehi. Waktu adalah enjoy. Itu konsep kehidupan orang Indonesia. Setiap hari enjoy. Yang penting enjoy. No problemo.”

Loading...

—————–

KETIKA waktu diterjemahkan uang, maka detik dihitung rupiah. Besar kecilnya, tergantung dia siapa. Bagi kalangan triliuner, satu tarikan nafas jadi milyaran. Bagi kuli bangunan, itu hanya sebuah permen. Ketika tarikan nafas adalah milyaran rupiah, jalan kaki pun bak lari. Telat semenit saja, sesalnya seumur hidup. Jadi jangan pernah kita berjanji dengan tipe orang seperti ini terlambat satu menit saja. Ia akan kapok. Dan bisnis bisa batal.

Masyarakat time is money butuh serba cepat. Jalan kaki saja bagai lari. Ini menghiasi trotoar jalan di Eropa, Hong Kong, Jepang, juga Tiongkok kini. Di Rusia sendiri sedang riset, bagaimana manusia sehat kalau tak tidur. Karena tidur merugikan dunia industri. Tidur merugikan pertumbuhan ekonomi. Di Jepang, Korea, dan Tiongkok sedang berhitung. Volume kerja satu orang. Kini satu orang mereka bisa menyelesaikan pekerjaan sepuluh orang pekerja Indonesia.

Bagi orang Timur Tengah lain. Tiada hari tanpa berbuat baik dan beramal. Sesuai prinsip “wal ashri”. Demi waktu. Manusia benar-benar dalam kerugian. Kecuali orang yang memberi pemikiran kebaikan. Dengan sabar tentunya. Karena manusia sering marah kalau diberi nasehat.

Komentar

BERITA LAINNYA