oleh

Tim PPLH Temukan Limbah Pabrik Tepung Tapioka

*Gatot: Pengelolaan Air Limbah Belum Sesuai Mekanisme
TOBOALI – Tim Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Lingkungan Hidup (DPKPLH) Kabupaten Bangka Selatan (Basel), Provinsi Bangka Belitung (Babel) menemukan tumpukan limbah padat serta pengelolaan air limbah yang belum sesuai mekanisme. Akibatnya, menyeruak bau tak sedap dari pabrik tepung tapioka dan dirasakan masyarakat sekitar Payung Bangka Selatan

BACA: Bau Tak Sedap Pabrik Tepung Tapioka Dikeluhkan

Loading...

Kepala DPKPLH Pemkab Bangka Selatan, Gatot Wibowo menjelaskan, tim Penataan Pengendalian Lingkungan Hidup (PPLH) sudah turun ke lapangan menindaklanjuti laporan atas keluhan masyarakat melalui Kepala Desa (Kades) Pangkalbuluh terkait dengan bau tak sedap ‘busuk’ yang bersumber dari pabrik tepung tapioka.

Berdasarkan hasil pengawasan timnya di lapangan pada 21 Agustus 2019, lanjut Gatot, memang ditemukan kondisi tumpukan limbah padat serta pengelolaan air limbah yang belum sesuai mekanisme sehingga hal tersebut menyebabkan bau tak sedap pada saat angin bertiup kencang.

Terkait kondisi itu, kata Gatot, tim LH telah menyampaikan beberapa hal kepada pihak perusahaan pabrik tepung tapioka agar segera mengupayakan untuk mengadakan mesin cetak limbah padat guna mengurangi kadar air yang terkandung sehingga pada saat dijemur akan mengurangi tingkat kebauan.

“Selain itu, pada saat dijemur juga harus ditambah dengan pemberian cairan urea EM 4 dan tetesan tebu untuk mengurangi tingkat kebauan dan menetralisir limbah,” jelas Gatot Wibowo kepada Babel Pos, Kamis (26/9/2019).

Komentar

BERITA LAINNYA