oleh

Tiga Fakta Gerindra Siap Gabung ke Koalisi Jokowi

KETUA Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto belakangan melakukan pertemuan politik. Misalnya bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan juga Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Hal ini pun memunculkan isu partai yang dikepalai oleh Prabowo Subianto ini, bakal bergabung ke koalisi Jokowi-Ma’ruf Amin selama lima tahun mendatang.

Pengamat politik dari Universitas Jayabaya, Igor Dirgantara mengatakan, pertemuan antara Jokowi dan Megawati Soekarnoputri memang arahnya adalah ingin gabungnya Gerindra ke koalisi. Apalagi kalau nantinya program Prabowo Subianto diterima oleh Jokowi-Ma’ruf Amin.

Loading...

“Seperti yang sudah bisa dilihat ya, misalnya program yang datang dari Prabowo diterima, ya itu bisa menyebabkan adanya rekonsiliasi dengan power sharing,” ujar Igor kepada JawaPos.com, Senin (29/7).

Igor menduga, Gerindra ingin bergabung ke koalisi Jokowi-Ma’ruf karena ingin menghilangkan polarisasi di masyarakat. Karena saat Pilpres 2019 lalu, pembelahan sangat nyata terjadi antara ‘cebong’ dan ‘kampret’.

“Jadi itu masuk akal mengingat pembelahannya sudah sangat tajam. Sehingga salah satu hal dilihat positif dipersatukan kembali untuk kebaikan bersama,” katanya.

‎Igor menambahkan, Partai Gerindra tidak takut bakal ditinggal pemilihnya. Alasannya di Pilpres 2024 Prabowo tidak akan maju di Pilpres. Kondisinya juga berbeda dengan 2014 ini. Karena di 2024 semuanya adalah orang baru yang menjadi capres dan cawapres. Alasan itu yang menyebabkan Gerindra tidak takut ditinggal pemilihnya.

Komentar

BERITA LAINNYA