oleh

Terduga Teroris Doktrin Anak Dengan Buku Tulis

Dari cover buku tulis itu sudah terlihat apa tujuan pencetakan buku tulis tersebut. Mereka ingin menggiring pengguna buku tulis itu ke arah paham tertentu. ”Siapapun yang direkrut oleh mereka, remaja, anak-anak atau orang tua,” ujarnya.

Kemungkinan besar buku-buku itu disebarkan untuk komunitas mereka sendiri. ”Bisa anak temennya atau yang satu kelompok dengan mereka,” paparnya ditemui di kantor Divhumas Polri kemarin.

Loading...

Dengan jumlah buku mencapai 155 buah, apakah jumlah anak-anaknya juga sama? Dia mengatakan, bisa jadi jumlah pengguna buku itu lebih sedikit dari jumlah buku. ”Kan bisa saja untuk stok,” terangnya.

Temuan mengejutkan ini tentu membuat Polri bergegas untuk melakukan deradikalisasi. Setelah ditemukan pengguna buku itu, anak-anak, remaja atau dewasa tentu akan dilakukan upaya menkonter doktrin tersebut. ”Arahnya upaya deradikalisasi,” jelasnya.

Dengan temuan itu, maka Densus 88 Anti Teror juga telah menangkap pencetak buku tersebut yang berinisial S. Saat ini pencetak buku tulis ini masih dalam pemeriksaan. ”Statusnya masih saksi,” ujarnya.

Komentar

BERITA LAINNYA