oleh

Tepalak Burut

Oleh: AHMADI SOFYAN
Penulis Buku/Pemerhati Sosial —
SETIAP menjelang Pilkada, selalu ada kita saksikan para pemuja kekuasaan berperilaku seperti ikan Tepalak, pantang disodorin umpan/tawaran bahkan mata pancing tanpa umpan sekalipun, langsung ditelan dan menggeliat. Yakh, begitulah politikus-politikus kelas ikan Tepalak Burut.
———-

TEPALAK, ikan sungai bersisik dengan warna hitam dan agak mirip ikan betok, namun ukurannya jauh lebih kecil dan sedikit memanjang. Ia hidup di sungai-sungai kecil bahkan di sungai mandi penduduk. Sudah cukup lama saya tidak melihat ikan ini di sungai Pulau Bangka, padahal semasa kecil saya dan kawan-kawan kerapkali mendapatkan ikan ini walaupun tidak berniat memancingnya. Sewaktu kecil, ikan ini dibenci karena keberadaannya sangat tidak diharapkan, apalagi saat kita memancing. Ikan Tepalak adalah jenis ikan yang cukup mengganggu target ikan lain yang kita pancing. Hal ini karena ia sangat gesit dan reaktif ketika melihat umpan atau apa saja yang kita jatuhkan ke sungai. Jikalau umpannya adalah cacing, maka ia habiskan sehingga ikan lain tak kan kebagian.

Loading...

Nah, tiba-tiba saya teringat dengan kebiasaan alias “kerakusan” ikan Tepalak ini. Apa saja yang dijatuhkan ke sungai, selalu didekati dan berusaha untuk diterkam. Tak peduli itu umpan, batu, daun atau bahkan ludah dan dahak saja yang kita buang ke sungai, spontan ia serobot. Tempo doeloe, karena saking populernya dikalangan pemancing di Sungai dan perilaku Tepalak yang “ngeselin”, maka ada sebutan “Tepalak Budu (bodoh)” atau juga “Tepalak Burut”.

Komentar

BERITA LAINNYA