oleh

Takkan Mau Tempua Bersarang Rendah?

Apa yang dikemukakan ini lebih bersifat umum dan fakta-fakta umum yang terjadi di negeri ini.
Hanya memang harus diakui, ada juga kasus-kasus tertentu yang justru kandidat yang kurang ‘gizi’ malah menang telak. Ini tentu berhubungan dengan kharisma dan perilaku yang dibangun sang kandidat sudah sejak lama, bukan saat-saat tertentu seperti menjelang Pilkada saja. Pencitraan diri yang terbangun atau sengaja dibangun dalam kurun waktu bertahun-tahun, sehingga kepercayaan rakyat sudah demikian mengental, dan rakyat dibuat tak hanyut oleh kandidat lain saat pesta demokrasi berlangsung. Kandidat seperti ini masih sangat jarang di negeri ini.

Kembali ke soal watak rakyat negeri ini, diakui atau tidak memang terkesan jinak-jinak merpati. Rakyat begitu mudah diberi materi, tapi begitu susah ketika diajak memilih. Watak rakyat negeri ini senang diajari tapi tak mau digurui. Rakyat senang ketika diberi uang, tapi tetap tersinggung kalau dikatakan hidupnya kurang? Kadang, watak rakyat ini memang susah ditebak.


Loading...

Ada rakyat yang berwatak, biar miskin asal sombong. Bagaimanapun dan apapun caranya, rakyat dengan watak beginian menjunjung harga diri. Tak mau hidupnya diukur dengan materi. Ada pula yang justru kemana-mana merongrong. Semua kandidat dimintai bantuan, soal pilihan itu urusan nanti. Ada pula yang memang sudah terpatri dengan kandidat tertentu, diberi atau tidak. Dan masih banyak lagi watak dan tipikal politik versi rakyat di negeri yang baru beberapa tahun terakhir kenal namanya pemilihan langsung ini.

Demikianlah tipikal rakyat yang harus dan mau tak mau akan dihadapi oleh para kandidat calon Bupati/Calon Wakil Bupati di Kabupaten di Babel khususnya, dan di republik ini umumnya.

Komentar

BERITA LAINNYA