Beteco

Oleh: Ahmadi Sopyan – Penulis Buku / Pemerhati Sosial Budaya — ASET besar negeri ini bukan timah, bukan lada, tidak sawit, tidak


Jomblo dan Tahun Baru

Oleh: Ahmadi Sopyan – Penulis Buku / Pemerhati Sosial & Budaya — TAHUN udah berganti. Jangan cuma asyik bakar jagung, tapi segera

Ketilon

Oleh: Ahmadi Sopyan – Penulis Buku/Pemerhati Sosial Budaya — “KETILON” menjadi budaya bagi keberlangsungan adat dan adab Negeri Serumpun Sebalai ini. Harusnya

Nucok Lulong

Oleh: Ahmadi Sofyan – Penulis Buku/Pemerhati Sosial PARA abdi negara (PNS) yang berkarakter, memiliki kualitas diri, maka ia tak risau siapa yang

Neger

Oleh: Ahmadi Sopyan – Penulis Buku / Pemerhati Sosial Budaya “ADE duit seneng belanje, dak de duit, NEGER!” (Istilah Masyarakat Bangka) BERDIRINYA

Generasi “Mencadin”

Oleh : AHMADI SOFYAN – Penulis Buku / Pemerhati Sosial Budaya — PERUBAHAN zaman begitu cepat, tapi tidak diiringi oleh perubahan diri

Jen Budu, Dak Kawa Saro….

*19 Tahun Kep. Bangka Belitung — Oleh: Ahmadi Sopyan – Penulis Buku / Pemerhati Sosial — MEMBANGUN negeri ini harus kembali pada

Bedincak

Oleh: Ahmadi Sopyan – Penulis Buku/Pemerhati Sosial Budaya TARI yang diolah menjadi senam kreatif Bedincak benar-benar viral. Ini tak lepas dari peran

Dak Ngiron

Oleh: Ahmadi Sopyan – Penulis Buku / Pemerhati Sosial Budaya — KALAU seorang Pelawak/Komedian berperilaku “dak ngiron” di atas panggung, itu bisa

Ngeluner

Oleh : Ahmadi Sopyan – Penulis Buku / Pemerhati Sosial & Budaya — KEDUNGUAN, ketidakdewasaan dan ketidakmerdekaan seringkali menciptakan pribadi-pribadi “NGELUNER”. Bayangkan

Video Atok Kulop – Eps: Kui Ta Kui

Kui Ta Kui https://babelpos.co/kui-ta-kui/   *Bintang Tamu: Bahar Buasan,ST.,M.S.M (Anggota DPD RI 2009-2019) Syahril Sahidir (CEO Babelpos Grup) *Karya: Ahmadi Sopyan dan

Kui Ta Kui

Oleh: Ahmadi Sopyan – Penulis Buku / Pemerhati Sosial Budaya — Mahasiswa takut sama Dosen Dosen takut sama Dekan Dekan takut sama

Ngabis Beras

Oleh: Ahmadi Sopyan – Penulis Buku/Pemerhati Sosial & Budaya — DI NEGERI ini, sudah terlalu banyak organisasi, lembaga, badan, komisi, tapi keberadaanya