oleh

Soal Tata Kewenangan, MPR Serap Aspirasi Mahasiswa Babel

PANGKALPINANG – MPR RI bekerjasama dengan STIH Pertiba menggelar seminar nasional tentang penataan kewenangan MPR RI, di Santika Hotel, Kamis (6/12) siang. Dalam hal ini, MPR RI perlu saran dan masukan mahasiswa Babel terkait penataan kembali kewenangan MPR RI ke depan dalam amandemen UUD.

Ratusan peserta baik mahasiswa dan dosen di sejumlah perguruan tinggi di Babel hadir dalam gelaran itu. Dalam hal ini, anggota MPR RI, Marwan Cik Asan hadir membuka seminar nasional tersebut.

loading...

“Seminar ini sebagai rangkaian lanjutan dari berbagai macam kegiatan di ranah mahasiswa dalam rangka tugas konstitusi dalam MPR RI,” jelasnya kepada sejumlah wartawan.

Ditambahkannya, kewenangan MPR bisa saja maju ke depan atau mundur ke belakang. Untuk itu harus disusun dengan baik, terkendali dan terbatas. Mengingat pembahasan dalam seminar ini yakni penataan kembali kewenangan MPR dalam amandemen UUD.

“Kita lihat saran pendapat dan aspirasi dari akademisi. Baik itu dari sisi ketetapan, keputusan, pelantikan Presiden dan wakil Presiden. Serta tafsir konstitusi dan sidang kewenangan MPR dalam amandemen yang mungkin akan dilakukan dengan tersistematis, terkendali dan terbatas,” urainya.

Lebih jauh, politisi Partai Demokrat ini menegaskan dalam seminar nasional ini mahasiswa dan dosen yang hadir untuk bersama memberikan masukan dan saran untuk membahas bersama terkait penataan kewenangan MPR RI. Sasaran dalam seminar tersebut merupakan dari para akademisi berbagai kampus yang bergelut di kejuruan bidang Hukum Ketatanegaraan yang menjadi fokus utama untuk pembahasan UUD 45 setelah atau sebelum amandemen. Serta kewenangan-kewenangan MPR dalam pnetapan, keputusan, perubahan dan tafsir-tafsir dalam seminar nasional ini.

Komentar

BERITA LAINNYA