oleh

Soal Papua, RI Ingatkan Inggris

Sebelumnya, Polda Jatim menetapkan Veronica Koman sebagai tersangka kasus ujaran kebencian dan penyebaran berita hoaks, terkait insiden di Asrama Mahasiswa Papua (AMP), di Jalan Kalasan Surabaya pada 17 Agustus 2019. Polisi menyebut Veronica terbukti telah melakukan provokasi di media sosial twitter yang ditulis menggunakan bahasa Inggris. Tulisan itu disebar di dalam negeri maupun luar negeri. Padahal dibuat tanpa fakta yang sebenarnya. Veronica dijerat dengan pasal berlapis yakni UU ITE KUHP pasal 160 KUHP, kemudian UU Nomor 1 Tahun 1946 dan UU Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Suku, Etnis dan Ras.

Terpisah, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengatakan pendekatan budaya dan kearifan lokal perlu dilakukan untuk mempererat persatuan kesatuan pascakonflik di Papua. Ketua Komisi Dakwah MUI K.H. Cholil Nafis mengatakan semua pihak perlu melakukan pendekatan yang menyentuh nilai-nilai di daerah setempat. Sehingga masyarakat merasa nyaman dan malah menambah persatuan, pertemanan, dan keeratan.


Loading...

Selain itu, pemerintah juga perlu terus melakukan pembangunan sumber daya manusia di Tanah Papua, sesuai dengan misi Presiden. Yakni membangun SDM yang unggul menuju Indonesia maju. “Perlu ada program-program prioritas yang bisa meningkatkan SDM di Papua,” ujar Cholil di Jakarta, Sabtu (7/9).

Program prioritas yang perlu dilakukan adalah dengan terus mengembangkan dan memajukan pendidikan di daerah itu. Dia optimistis dengan memajukan sumber daya manusia, maka percepatan pembangunan di Papua dapat terwujud. “Karena tidak mungkin satu daerah bisa maju hanya dengan kekayaan alamnya. Di manapun daerah yang maju, itu karena ada SDM yang hebat,” tuturnya.(rh/fin)

Komentar

BERITA LAINNYA