oleh

Sistem Ekonomi Seperadik Jadi Kekuatan Babel

Oleh: Safari Ans – Salah Satu Pejuang Pembentukan Provinsi Bangka Belitung

“MASYARAKAT Bangka Belitung (Babel) sebenarnya telah menemukan jati dirinya. Sejak terbentuk kemasyarakatan di daerah ini, maka pada saat yang bersamaan telah terbentuk pula sistem ekonomi seperadik. Sebuah sistem ekonomi yang menjadi kekuatan ekonomi Babel secara teoritik dan aplikatif. Tapi sayang belum dikembangkan.”


Loading...

————————

INDONESIA dikenal sebagai masyarakat gotong royong. Bahkan asas kebersamaan ini menjadi dasar pijakan ekonomi Negara Kesatuan Republik Indonesia yang dituangkan dalam Undang Undang Dasar 1945. Prinsip gotong royong itu pula yang mendasari terbentuknya konsep ekonomi yang digagas oleh Bung Hatta ketika diminta untuk merumuskan sistem ekonomi yang tepat untuk bangsa Indonesia.

Sayang sistem koperasi kemudian diboncengi politik di era Presiden Soeharto, sehingga anggota koperasi otomatis anggota Golongan Karya (Golkar). Bahkan lambang koperasi pun sama di seluruh Indonesia berupa pohon beringin yang juga lambang Golkar. Tingginya kepentingan politik pada koperasi ini, memaksa pihak beda haluan politik enggan untuk bergabung dalam koperasi yang berada di lingkungannya.

Era reformasi pun, lambang koperasi masih pohon beringin walau kepentingan politik di dalam koperasi hampir-hampir tidak ada. Akan tetapi traumatik itu masih membekas di hati para korban politik di zaman Orde Baru. Seharusnya lambang koperasi kita tidak lagi pohon beringin. Setiap koperasi seharusnya bebas menentukan lambangnya sendiri sesuai dengan motto koperasi itu masing-masing.

Komentar

BERITA LAINNYA