oleh

Sidang Tipikor Beasiswa STPN, Rosmawati Seret Bendahara

*Keterlibatan Padli Juga Dibeberkan

SIDANG perkara korupsi dana beasiswa mahasiswa Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN) Yogyakarta 2016 kian terang benderang. Terdakwa mulai menyeret rekan sekantornya di Diknas Bangka dalam kasus itu.


Loading...

———————-

PLEDOI terdakwa Rosmawaty dengan gamblang menyeret saksi Damayanti yang merupakan bendahara. “Bahwa benar beberapa kali pencairan (uang) dilakukan oleh terdakwa Rosmawaty atas perintah Damayanti, sebab saksi Damayanti sedang sakit dan berdasarkan keterangan Damayanti hal tersebut diketahui dan seizin saksi Riky dan sebelum pergi terdakwa Rosmawaty meminta izin kepada Riky untuk pergi ke Bank dan lalu uang pencairan tersebut disimpan oleh Rosmawaty di rekening pribadi miliknya,” ujar Rosmawaty dalam naskah pledoi yang dibacakan penasehat hukum Beri Saputra di hadapan majelis hakim yang diketuai Rendra Yozar Dharma Putra.

Pledoi juga menguraikan fakta persidangan bahwa awal perkara ini muncul dimana akibat saksi Damayanti telah melepas tanggungjawab selaku bendahara pembantu pengeluaran yang mana meminta tolong Rosmawaty itu untuk mencairkan dan mentransfer ke mahasiswa. Begitu juga dengan terdakwa Riky Ramdhani tidak bertanggungjawab sesuai Tupoksi selaku PPTK yang mengendalikan kegiatan. “Sehingga terjadi penyelewangan terhadap tugas dan kewenangan oleh Damayanti dan Rosmawaty sehingga mengakibatkan kerugian negara sejumlah Rp 234.355.000,” sebutnya.

Sementara kepala Dinas Pendidikan saat itu, Padli juga tak luput diuraikan peranya dalam pusaran perkara ini. Dimana Padli dikatakan sempat menyerahkan uang tunai senilai Rp 10 juta guna menutupi kekurangan biaya pendidikan terhadap 11 mahasiswa akibat uang –nota bene sudah dicairkan- yang sudah terlanjur dikuasai Rosmawaty itu.

Komentar

BERITA LAINNYA