oleh

Setan Apa yang Merasukimu…?

Oleh: Syahril Sahidir  – CEO Babel Pos Grup —

DALAM Pemilu yang baru lalu, tingkat keikutsertaan masyarakat terasa demikian tinggi. Banyak faktor tentu yang menjadi penyebabnya.

Loading...

——————

DIANTARANYA ikatan emosional terhadap Caleg juga fanatisme terhadap Capres/Cawapres yang cuma 2 pasangan.

Bagaimana dengan Pilkada serentak 2020 mendatang? Apakah bisa seperti itu? Mampukah para Calon Kepala Daerah (Cakada) membentuk dan menciptakan hubungan emosional dengan rakyat selaku pemilih, sehingga rakyat merasa harus datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) demi memenangkan calon mereka?

Tentu saja maksud hubungan emosional di sini adalah sang calon telah menciptakan suasana ikatan batin sehingga rakyat merasa sangat mencintai sang calon. Sangat ingin melihat sang calon menang, sehingga ia merasa punya kepentingan dan keharusan datang ke TPS.

Bahkan kadang ia juga rela menunggu penghitungan suara di TPS itu dengan harap-harap cemas. Bagaimana dengan hubungan emosional karena faktor pemberian –money politic–? Ini bukan hubungan emosional. Kalau datang ke TPS karena faktor ini, sang pemilik suara hanya merasa perlu datang sebatas konsekuensi yang harus dijalani karena sudah menerima, maka harus memberi.. Soal sang calon harus menang atau tidak, no problem.

***

BAGAIMANA menciptakan hubungan emosional ini?
Hubungan emosional di sini bisa jadi faktor tidak enak hati karena sering bertemu dengan sang calon, karena hubungan keluarga, karena pertemanan, karena sering didatangi, karena sering dihubungi, serta karena-karena lainnya.

Komentar

BERITA LAINNYA