oleh

Semua (Bisa) Diatur

Oleh: Syahril Sahidir – CEO Babel Pos Grup

‘’SEMUA pengabdian ini kulakukan demi -Bangsaku-’’. Pekik seorang politisi di depan khalayak.

Loading...

—————-

”MAKSUDNYA apa sih?” tanya seorang pendengar ke pendengar lainnya.
”Maksudnya, demi -bank= dan -saku ku-,” ujar temannya menjawab sekenanya.

***

MEMINJAM istilah Walikota Pangkalpinang 2 periode, almarhum Drs H Zulkarnain Karim MM, menjelang Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada), maka era sekarang ini adalah ‘era pertanggokan’. Semua ‘nanggok’, politisi nanggok, cecunguk nanggok, rakyat nanggok, media nanggok, semua pada nanggok.

Selain nanggok, menjelang Pilkada ini juga adalah era balas dendam politik. Bisa jadi balas dendam politik 5 tahun yang lalu, 4 tahun yang lalu, 3 tahun yang lalu, 2 tahun yang lalu, atau balas dendam ketika Pemilihan Gubernur, Legislatif, maupun pemilihan yang lain yang terjadi sebelumnya.

Nah, inilah seni dan carut marutnya politik. Dalam politik ada dendam kesumat, ada rasa iri, ada dengki, ada benci, ada persaingan –tak sehat–. Demikian pula sebaliknya, ketika kepentingan terakomodir semua bisa berbalik jadi cinta, jadi sayang, bahkan jadi perjuangan bersama untuk kepentingan bersama meskipun sesungguhnya untuk kepentingan kelompok atau pribadinya juga.

Komentar

BERITA LAINNYA