oleh

Selat Nasik Bukan Jalur Gempa

ADANYA pemberitaan soal isu patahan tektonik sepanjang 3,3 kilometer di Selat Nasik Kabupaten Belitung, dibantah keras oleh Ketua Ahli Geologi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Andryanto Putra Markam.

—————-

Loading...

MANTAN Geologist Sandiago Amerika 1994 itu, menegaskan hingga kini belum pernah ada hasil penelitian ditemukan patahan lempeng bumi di perairan Selat Nasik.

“Saya sudah 30 tahun jadi Principles Geologist belum pernah diajarkan oleh Profesor geologi membuat data yang tidak benar. Jadi saya terkejut mendengar ada berita geologi yang mengatakan ada nama patahan Selat Nasik,” tegas Andriyanto, Selasa (23/7).

Andrey sapaan Andryanto menjelaskan, di Indonesia ada beberapa Struktur Patahan (Fault). Dalam Geologi Struktur Indonesia sangat terkenal di antaranya (Transform Fault) Sesar Semangko di Sepanjang Pulau Sumatera, Sesar Palu Koro Matano di Donggala Sulawesi. Semua patahan itu ada di peta Geologi Indonesia. Namun untuk Pulau Selat Nasik tidak termasuk dalam jakur yang berpotensi Gempa Bumi dan Tsunami.

“Baca buku Dickinson. 1991, The Plate Tectonic, McGraw Hill, Albani, New York, USA). Jangan memadai (asal-asalan, red). Pulau Selat Nasik tidak termasuk dalam jalur Gempa Bumi dan Tsunami. Baca juga buku ; Dickinson. 1991, The Plate Tectonic, McGraw Hill, Albani, New York, USA), jangan memadai,” jelas Andrey.

Lebih lanjut Alumni Fakultas Ilmu Kebumian dan Teknologi Mineral Universitas Pembangunan Nasional Yogyakarta ini mengatakan, selama 4 tahun dia mempelajari tentang Gempa Bumi dan Tsunami. Namum, dia pernah menemukan penelitian tentang patahan di Selat Nasik.

“Di badan geologi Indonesia tidak pernah menghasilkan penelitian seperti itu. Saya belajar tentang Gempabumi Tsunami 4 tahun. Jadi saya lebih tahu. Maaf, silahkan baca buku literature gempa bumi tsunami dan tanya sana ke badan geologi Indonesia di Bandung,” tukas Andrey.

Komentar

BERITA LAINNYA