oleh

“Seger Jadi Walikota, Tinggal Telepon Pacak Nolong Orang”

Butuh Rp1,4 Miliar/Bulan
Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pangkalpinang, Dr Eti Fahriaty saat dikonfirmasi harian ini membenarkan keterlambatan pembayaran gaji honorer tersebut. Namun dia memastikan gaji tersebut akam segera dicairkan.

“Gajinya sudah siap. Hari ini para petugas lembur. Sebenarnnya sih sudah siap dari kemarin-kemarin. Tapi saat di masukkan data perorangan, masih ada data yang belum lengkap. Jadi kalau satu yang bermasalah, maka yang lainnya belum bisa dicairkan. Jadi kalau satu yang belum beres maka semuanya belum bisa dicairkan, tapi hari ini Insya Allah sudah beres,” tutur Eti.

Loading...

Namun diakui Eti, jumlah guru honorer di Pangkalpinang mulai dari TK, SD hingga SMP bukan 582 orang, melainkan hanya 550 orang. Dan untuk gajinya, kata Eti, bervariasi.

“Untuk guru honorer lulusan S1 Rp 2,25 juta, tenaga kependidikan lulusan S1 Rp2,175 juta, D3 Rp 1,925 juta dan SMA Rp1,675 juta. Sedangkan untuk satpam, tenaga kebersihan, penjaga sekolah Rp1,675 juta,” terang Eti.

Ditambahkannya, untuk gaji tersebut berasal dari APBD Kota Pangkalpinang, namun sebelumnya dari BOS APBD. “Jumlah guru honorer saat ini kan tidak terkendali lagi, karena yang mengeluarkan SK-nya Kepala Sekolah. Jadi gaji guru honorer ini dibebankan dari APBD Kota Pangkalpinang. Dimana dalam satu bulan itu dibutuhkan sebesar Rp1,4 miliar,” tandasnya. (pas)

Komentar

BERITA LAINNYA