oleh

“Seger Jadi Walikota, Tinggal Telepon Pacak Nolong Orang”

“Jadi mungkin karena baru, ada guru yang tidak punya rekening, ada juga yang rekeningnya sudah mati. Pendataan-pendataan inilah yang membuat pembayaran gaji itu agak lama, tapi alhamdulillah saya sudah telepon Kepala Bakeuda dan pimpinan Bank Sumsel Babel, sore ini pun langsung bisa dicairkan, tapi sebagian belum karena data-datanya belum selesai,” jelas Molen.

Karena itu Molen meminta agar guru honorer yang belum menyelesaikan datanya untuk segera mengurusnya. Dia berharap dalam satu pekan kedepan gaji guru gonorer sudah dicairkan semua.

Loading...

Sebelumnya, dihadapan Walikota Perwakilan Guru Honorer Fisca, sekaligus Wakil Ketua Paguyuban Guru Honorer Kota Pangkalpinang mengaku sudah tiga bulan belum menerima gaji. Akibatnya, tak sedikit para guru terpaksa berhutang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Tentunya ini sangat menyakitkan bagi kami yang harus memenuhi kebutuhan sehari-hari. Belum lagi mau beli susu dan pampers anak. Jadi kami harap Pak Walikota bisa membantu kami untuk mencairkan gaji yang sudah tiga bulan ini kami nantikan,” ucap Fisca.

Menurut Fisca, jumlah guru honorer Pangkalpinang saat ini sebanyak 582 orang yang terdiri dari Guru TK, SD hingga SMP. Dimana gaji ratusan guru honorer ini berbeda-beda berkisar Rp2,2 juta perbulan.

“Jadi wajar saja kami mengeluhkan hal ini kepada walikota. Dan alhamdulillah, respon Pak walikota luar biasa, beliau langsung menindaklanjutinya dengan menelpon kepala Bank Sumsel Babel. Kami selaku pengurus tentunya mengucapkan terima kasih atas kepedulian Walikota,” kata Fisca.

Komentar

BERITA LAINNYA