oleh

Sebut Ustad Abdul Somad Keturunan Dajjal, FPI Tangkap Jony Boyok

Dikatakan Gamal, UAS yang sedang di Sulawesi Selatan (Sulsel) menyatakan dia telah memaafkan Jony Boyok. Namun, proses hukum akan tetap berjalan. Langkah ini dilakukan agar memberikan efek jera kepada pelaku, dan supaya tidak terjadi lagi perbuatan yang sama.

“Sebagai seorang muslim Datuk Seri UAS sudah memaafkan Jony Boyok. Tetapi karena kita negara hukum, perlu proses pembelajaran supaya tidak terulang kembali hal-hal seperti ini,” katanya.

Loading...

Kasus ini menurut LAMR haruslah diangkat. Sebab, UAS merupakan orang yang dituakan di Riau. Apalagi, UAS telah menerima gelar Datuk Seri Ulama Setia Negara.

“Dalam Melayu ini, ulama adalah orang yang kita hormati. LAM tidak terima UAS diperlakukan seperti ini. Jangan sampai kasus ini dipeti-eskan. Jangan sampai kasus ini dimentahkan,” tegasnya.

Terlebih lagi, kata Gamal, dalam ajaran Islam, orang yang menghina ulama sama dengan menghina Nabi.

“Kasus ini harus diangkat sesuai hadis Nabi bahwa ulama adalah perpanjangan tangan, penerus Nabi. Orang yang menghina ulama sama dengan menghina Nabi, orang yang menghina Nabi sama dengan menghina Allah,” ujarnya.

Sementara itu, Zulkarnain Nurdin menuturkan, keputusan FPI Pekanbaru yang telah mengamankan Jony Boyok merupakan langkah bijak. Ketua tim kuasa hukum UAS ini mengucapkan terima kasih kepada FPI Pekanbaru.

“Kepada FPI kami ucapkan terima kasih atas kepedulian sosial, rasa kemanusiaan. Karena salah satu fungsi FPI untuk menjaga harkat ulama. Mampu melakukan langkah persuasif,” kata dia.

Langkah FPI mengamankan Jony, bukanlah sesuatu yang dapat dikatakan persekusi. Karena Jony dibawa dan diserahkan ke Polda Riau atas kemauannya sendiri.

Komentar

BERITA LAINNYA