oleh

Sebuah Lakon Cuma 20 Menit

Saya tak ingin menggugat beberapa gangguan dalam pertunjukan ini. Pasalnya tempat kejadia perkara dalam lakon ini bukanlah sebuah gedung yang representatif untuk sebuah pertunjukan teater. Tempat pertunjukan hanya sebuah pendopo yang tidak kedap suara. Sehingga suara dari luar bebas masuk.

Begitu juga dengan tata cahaya. Yang hanya mengandalkan empat lampu sorot putih yang ada di lantai depan panggung. Sehingga ketika lampu netral itu menembak maka bayangan pemain tercetak di dinding.

Loading...

Sebagai sebuah pertunjukan, saya tetap memberikan apresiasi pada lakon ini. Pada akhirnya lakon ini berhasil memberikan suguhan kepada penonton yang datang.

Pertunjukan ini telah mengingatkan kembali bahwa hakikat dalam berperilaku ada kebersamaan dalam perbedaan. (**)

Komentar

BERITA LAINNYA