oleh

Salahkah Rakyat Bisa Berpikir?!

HITLER sang diktator berkata: Beruntunglah penguasa jika rakyatnya tidak bisa berpikir. Jika itu diterjemahkan terbalik, maka penguasa merugi karena rakyat sudah bisa berpikir.

Oleh: Syahril Sahidir – CEO Babel Pos Grup

Loading...

————————–

SALAHKAH rakyat jika bisa berpikir?

Menghadapi Pilkada serentak tahun 2020 ini, ada 4 Kabupaten di Babel yang ikut menggelar hajatan demokrasi itu. Yaitu Bangka Tengah, Bangka Selatan, Bangka Barat, dan Belitung Timur.

Dan kita tahu, 4 daerah itu sudah berulangkali menggelar Pilkada. Dan itu berarti rakyatnya juga sudah berpengalaman dengan ‘gaya-gaya’ calon penguasa. Intinya, rakyat sudah bisa berpikir.

Ada kecenderungan kadang, kandidat-kandidat atau calon-calon yang baru muncul mengkritisi kebijakan pemerintahan sebelumnya. Lebih-lebih lagi jika penguasa sebelumnya itu mencalonkan diri kembali (incumbent).

Tidak jarang sang ‘penguasa’ yang mencalonkan diri lagi itu dibuat bak musuh bersama oleh calon-calon lain.
Para incumbent tahu persis kondisi itu, dan siap.

Mengkritisi kebijakan penguasa sebelumnya tentu sah-sah saja. Apalagi jika memang kebijakan itu dinilai tidak populer dan sangat tidak berpihak kepada rakyat. Namun, jika kebijakan yang dikritik itu justru untuk kepentingan rakyat banyak, ini jadi bumerang bagi pengritik.

Ingat, sekali lagi, rakyat saat ini sudah bisa berpikir, tidak seperti yang dikatakan Hitler itu. Apalagi rakyat di negeri bagian Timur ini, sangat tidak menyukai jika bekas pemimpinnya terlalu dipojokkan dan dihujat.

Tapi, kadang rakyat juga yang memancing-mancing untuk menghujat penguasa sebelumnya?
Ingat, rakyat sudah berpikir. Bisa jadi pancingan itu adalah untuk menjatuhkan sang calon pemimpin.

Dijawab apa adanya, bisa keliru. Tidak dijawab dinilai calon pemimpin yang tidak cerdas.
Ibarat menarik rambut di dalam tepung. Rambut tak putus, tepung tak berserak.

Komentar

BERITA LAINNYA