oleh

Saatnya Babel Unjuk Diri di Dunia

Oleh: Safari Ans – Salah Satu Tokoh Pejuang Pembentukan Provinsi Babel —

“TIONGKOK akan memainkan ekspor produk yang berasal dari mineral tanah jarang yang biasanya menghasilkan Rare Earth Element (REE). Material ini dibutuhkan oleh industri teknologi tinggi (hi-tech) di AS. Seperti pembuatan peluru kendali AS. Industri ruang angkasa AS. Dan teknologi tinggi lainnya di negeri paman sam itu.”

Loading...

PRESIDEN Tiongkok, Xi Jinping kecewa dengan ulah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang menaikan 25% pajak impor semua produk yang berasal dari Tiongkok. Kekecewaan itu bagaikan tak berbalas. Tapi catatan wartawan senior Dahlan Iskan mengabarkan Tiongkok akan gunakan rare earth mineral (mineral tanah jarang/MTJ) sebagai senjata pamungkas perang dagang dengan AS. Itu yang ditakuti AS, termasuk Presiden Barack Obama (Presiden AS sebelum Trump). Karena Tiongkok menguasai 97% MTJ dunia.”

———————-

DAHLAN Iskan, wartawan senior Indonesia menulis di harian ini pada 22 Mei 2019 berjudul Long H-March. Ia menulis tentang isyarat bahwa Tiongkok memberi sinyal akan perang dagang serius dengan AS. Tiongkok akan memainkan ekspor produk yang berasal dari mineral tanah jarang yang biasanya menghasilkan Rare Earth Element (REE). Material ini dibutuhkan oleh industri teknologi tinggi (hi-tech) di AS. Seperti pembuatan peluru kendali AS. Industri ruang angkasa AS. Dan teknologi tinggi lainnya di negeri paman sam itu.

Presiden AS Donald Trump sepertinya belum tahu rencana Tiongkok. Beda dengan Presiden AS sebelumnya yang sudah menggelisahkan permainan Tiongkok atas suplai REE ke negaranya. Sebab sejak tahun 2012, Tiongkok menguasai 97% REE dunia. Artinya, jika Tiongkok tidak mengirimkan REE ke AS, sudah bisa dipastikan perusahaan besar AS seperti Apple Inc yang memproduksi iphone, dan perusahaan AS yang berbasis hi-tech industri lainnya akan gulung tikar. Karena belum ada material yang bisa menggantikan REE dalam teknologi AS. Tiongkok sedikitnya mengekspor REE 140.000 ton setiap tahun, umumnya bagi konsumsi negara maju seperti AS, Eropa, dan Jepang.

Komentar

BERITA LAINNYA