oleh

Putusan Pembunuh Anak Kandung Ditunda Lagi, Firman Terancam Hukuman Mati

“Sebab dalam hukum acara keyakinan adalah hal yang penting selain ancaman hukuman itu. Kami yakin majelis hakim akan sependapat dengan kami bahwa pengakuan terdakwa terhadap barang bukti dan pengakuan perbuatan merupakan suatu kejahatan. Kami yakin majelis hakim akan memperhatikan ini secara sungguh-sungguh karena merupakan konsekwensi hukum,” kata Fauzan.

Sebagai konsekwensi hukum, katanya patut untuk dipertimbangkan sebagai suatu yang tepat dan meyakinkan untuk terdakwa seyogyanyalah pengakuan dan rasa penyesalan dan rasa bersalah menjadi hal-hal yang meringankan bagi terdakwa. Mengingat tujuan pemidanaan memberi efek jera sebagaimana perhatian negara cq pemerintah dan presiden RI yang tertuang di dalam surat tuntutan, bukanlah nyawa dibalas dengan nyawa sehingga dapat dipastikan telah mengenyampingkan hak azazi manusia untuk hidup. “Maka untuk itu mohon agar dijatuhkan putusan yang seadil-adilnya yang meringankan bagi terdakwa. Apabila majelis hakim berpendapat lain, mohon putusan yang seadil-adilnya,” harapnya.

Loading...

Tuntutan jaksa dari Kejaksaan Negeri Pangkalpinang menyatakan terbukti Firman telah membunuh 2 anak kandungnya: Fauziah Dholifah (10) dan Fazril Ilham (4) pada 10 Februari 2016 sekitar pukul 01 WIB. Tragedi pilu itu terjadi di rumah mereka sendiri di Jl Depati Hamzah, Gg Jamrud RT 09 Semabung.

Komentar

BERITA LAINNYA