oleh

PTT & GTT Basel Masih Menjerit, Peluk Anak, Teteskan Air Mata

* Junaidi Hasta Luapkan Rintihannya di Media Sosial
TOBOALI – Sebanyak 1.115 pegawai honorer khususnya Pegawai Tidak Tetap (PTT) dan Guru Tidak Tetap (GTT) yang bertugas di satuan pendidikan, Kabupaten Bangka Selatan (Basel) Provinsi Bangka Belitung (Babel) hingga kini masih menjerit. Pasalnya, hak (Gaji_red) bulanan yang mereka nantikan sejak tiga bulan terakhir mulai Januari sampai Maret belum juga mereka terima semua.

[su_quote]Saya peluk anak dan istri sambil menetes airmata ini. Sampai kini airmata belum habis[/su_quote]

Rintihan dan jeritan ini ditumpahkan oleh salah satu PTT atas nama Junaidi Hasta dipostingan akun media sosial (Medsos) Facebook miliknya, Rabu (10/4/2019) siang.

Loading...

Adapun rangkuman isi dalam postingan status FB Junaidi Hasta ‘Magrib Selasa kemarin tepat jam 17.45 Wib pulsa Kwh PLN saya tinggal Rp 0,19. Jam 18.10 Wib lampu semua mati, gelap tanpa cahaya. Anak saya nangis karena lapar dari pagi belum ada isi nasi dalam perut. Menetes airmata, pecah ulu hati malam tadi’.

Dalam gelap tanpa cahaya Selasa tadi malam ‘Saya peluk anak dan istri sambil menetes airmata ini. Sampai kini airmata belum habis. Sedikit-sedikit menetes menahan derita. Satu harapan dan pesan saya sama anak, Nak jangan bekerja di pemerintahan kalau nanti kau sudah besar. Nasib ayah mungkin macam ini, kau jangan lagi ya. Anak saya tidur sambil meneteskan airmata menahan lapar. Kemana tanggung jawab saya sebagai ayah, kemana saya mau mencari rezeki lagi. Mungkin Allah SWT yang mencoba keimanan saya atau kezaliman dari sang pemimpin yang membuat kami seperti ini. Kawan jangan sedih atas kami. Kawan jangan bangga akan nasib yang baik. Semua pasti diminta pertanggung jawaban saat terompet sangkakala dibunyi yang ketiga kali’.

Komentar

BERITA LAINNYA