oleh

PT Timah Tbk Tetap Optimistis Tingkatkan Produksi di Tengah Trade War

’’Artinya, pada tahun 2019 ini, rata-rata produksi bijih timah TINS membaik dari tahun lalu dengan pencapaian hingga 7.000 ton Sn / Bulan,’’ kata Riza.

Lalu dari sisi penjualan, anggota Indeks Kompas 100 ini sukses meningkatkan volumenya sebesar 12.590 metrik ton atau rata-rata 4.200 metrik ton per bulan. Tak heran jika PT Timah Tbk optimistis dapat mencapai rencana pemenuhan pangsa pasar Indonesia dalam ekspor timah dunia sebesar 60.000 metrik ton, bahkan lebih besar dari itu.


Loading...

Kendati fokus perusahaan untuk produksi dan penjualan semakin ditingkatkan, bukan berarti PT Timah Tbk melakukan aktifitas pertambangan secara masif tanpa disertai tanggung jawab. Sebaliknya, perusahaan pelat merah ini sangat memperhatikan masalah lingkungan dengan mengembangkan teknologi tambang ramah lingkungan, dan reklamasi lahan.

Dalam melaksanakan bisnis pertambangan timah, perusahaan menyadari bahwa tuntutan dunia akan produk tambang yang mengedepankan sisi Pembangunan Berkelanjutan akan selalu menjadi hal penting untuk kami penuhi. PT Timah tentunya akan terus berinovasi dan berkontribusi dengan positif antara lain dengan mengedepankan tata kelola penambangan yang baik dengan taat dengan regulasi, berorientasi lingkungan dan pasca tambang, juga pemberdayaan masyarakat dengan program operasi produksi berbasis kemitraan masyarakat.

Selain itu, PT TIMAH Tbk adalah perusahaan pertambangan pertama di Indonesia yang telah menyelesaikan Dokumen Rencana Induk PPM sebagai mandatory negara dalam kewajibannya untuk memaksimalkan CSR. Hal ini selaras dengan tujuan perusahaan dalam penyertaan akan kesejahteraan, pengentasan kemiskinan hingga meningkatkan kualitas hidup masyarakat yang layak melalui program-program pemberdayaan masyarakat yang semakin baik dan terstruktur.

Komentar

BERITA LAINNYA