oleh

Pro Kontra Pengembangan KIS Basel

*Tahun 2017 Dianggarkan Rp 11 Miliar
*Komisi III Bakal Panggil Dinas Terkait
TOBOALI – Pro kontra atas pengembangan Kawasan Industri Sadai (KIS) Kabupaten Bangka Selatan (Basel), Provinsi Bangka Belitung (Babel) menjadi perhatian legislator di daerah setempat terutama Komisi III. Pasalnya, kawasan industri itu bukan milik Pemkab Basel melainkan milik perusahaan swasta, yaitu PT. Ration Bangka Abadi (RBA).

“Sangat kontradiktif dengan informasi dan paparan yang disampaikan kepala daerah pada saat proses penganggarannya itu milik Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan,” kata anggota Komisi III, Samsir kepada babelpos.co, Rabu (16/10/2019).

Loading...

Dijelaskan Samsir, Pemkab Bangka Selatan mengalokasikan anggaran yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) untuk membuat Detail Engineering Design (DED) pada kawasan industri tersebut. Hanya saja, lanjut politisi PKS itu, adanya pergeseran dengan skema kerja sama dengan pihak ketiga, yaitu swasta. Namun, setahunya DPRD periode sebelumnya tidak pernah memberikan persetujuan terkait kerja sama dengan pihak ketiga dalam pengembangan kawasan industri tersebut.

“Sebenarnya salah satu fungsi DPRD adalah memberikan persetujuan terhadap rencana kerja sama dengan daerah lain atau dengan pihak ketiga yang membebani masyarakat dan daerah, hal ini diatur dalam undang-undang pemerintah daerah,” ujar Samsir.

Komentar

BERITA LAINNYA