oleh

Prabowo Cs tak Bisa Dituntut Terkait Hoax Ratna

KASUS hoax pengeroyokan Ratna Sarumpaet ternyata banyak memakan korban. Selain masyarakat, para politisi seperti Prabowo Subianto, Amien Rais, Fadli Zon, Fahri Hamzah dan Rachel Maryam, ikut menjadi korban.

Menanggapi hal tersebut pakar hukum pidana Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta Prof Mudzakir mengatakan, pihak yang termakan kebohongan kasus tersebut tidak dapat dituntut secara hukum.

Loading...

“Bedasarkan keterangan Ratna dia bohong atas inisiatif sendiri. Maka sebelum ada pengakuan kebohongan ke publik semua orang yang mengutip atau menyebar luaskan keterangan Ratna, adalah sebagai korban dari Ratna. Jadi menurut hukum tidak dapat dituntut secara hukum perdata atau pidana,’’ katanya, Jumat (5/10).

Mudzakir juga menyatakan, tidak bisa dijerat hukum jika pernyataan dibuat setelah Ratna mengaku bohong pada 3 Oktober kemarin. “Orang yang menyebarluaskan keterangan Ratna baru bisa dituntut jika setelah Ratna mengaku berbohong tanggal 3 Oktober masih ada yang sebarkan keterangan Ratna. Itu dapat dikualifikasikan sebagai sebarkan berita bohong,” terangnya.

Lebih jauh Mudzakir menegaskan, posisi Prabowo Subianto dan sejumlah politukus yang sebelumnya merespon kebohongan Ratna ini tidak bisa dijerat karena dapat dikategorikan sebagai korban. “Prabowo dan lain-lain sebagai korban tidak dapat dimintai pertanggungjawaban hukum,” jelasnya.

Sementara itu psikiater Universitas Indonesia (UI) Mintarsih mengatakan, jika apa yang dilakukan oleh Ratna Sarumpaet dengan berbohong wajahnya lebam akibat pengeroyokan, tidak dapat dikategorikan sebagai seorang yang memiliki penyakit jiwa. ‘’Tiap orang memiliki banyak kelainan emosional. Dan itu dapat dilihat pada kesehariannya. Melihat kasus ini saya melihat tidak ada penyakit jiwa yang dialami Ratna,’’ katanya saat dihubungi FIN, Jumat (5/10).

Komentar

BERITA LAINNYA