oleh

Pra Peradilan Suranto Dimulai

PANGKALPINANG – Tim Penasehat Hukum Lauren Harianja mulai membacakan gugatan praperadilan atas klienya, yakni Suranto Wibowo selaku mantan Kadis ESDM Pemprov Bangka Belitung. Berikut gugatan yang dilayangkanya setebal 13 halaman dihadapan hakim tunggal Pengadilan Negeri Pangkalpinang, Iwan Gunawan.

Pertama, penetapan tersangka oleh termohon kepada pemohon tidak dilakukan sesuai dengan prosedur berdasarkan KUHAP. Kedua penetapan tersangka kepada pemohon bertentangan dengan ajaran deelneming (penyertaan). Ketiga tindakan dari pihak Kejaksaan Tinggi berupa pembeberan kepada media massa (bukti-P.9) secara tendencius merupakan tindakan yang melanggar azas presumption of innocence (praduga tak bersalah) yang mengungkapkan kepada publik status pemohon sebagai tersangka. Terakhir penetapan tersangka terhadap pemohon tidak berdasarkan dua alat bukti yang cukup dan sah.

Loading...

Diuraikan Laurent kronologis penetapan tersangka atas diri pemohon adalah sebagai berikut:

Pada tanggal 22 Mei 2019 dan tanggal 16 Juli 2019 diminta keterangan oleh termohon. Pada tanggal 12 Agustus 2019, termohon menerbitkan surat perintah penyidikan no print 354/L.9/F.d.1/08/2019 (bukti-P.5). Pada tanggal 12 Agustus 2019, termohon menerbitkan surat penetapan tersangka no print 531/L.9/Fd.1/08/2019 (bukti-P.6). Pada tanggal 14 Agustus 2019, pemohon menerima surat no B.1278/L.9/Fd.1/08/2019 perihal pemberitahuan penyidikan perkara tindak pidana dimana pemohon ditetapkan sebagai tersangka (bukti-P.7). Surat panggilan sebagai tersangka no SP 133/I.9.5Fd.1/09/2019 tanggal 12 September 2019 tanpa menetapkan pasal mana yang disangkakan kepada pemohon (bukti – P.8).

Komentar

BERITA LAINNYA