oleh

PKL Kolong Retensi akan Digusur

“Penertiban ini kan juga untuk mendukung program Pemkot Pangkalpinang, karena kawasan tersebut nantinya direncanakan untuk dikembangkan, jadi jangan sampai ada kawasan kumuh di lokasi tersebut. Dan perlu diketahui, tidak ada alasan pedagang untuk menolak karena kawasan tersebut juga masuk dalam Ruang Terbuka Hijau (RTH), makanya kita selaku wakil rakyat turun tangan agar tidak terjadi gesekan,” tegas Amir.

Amir juga membenarkan saat disinggung, kenapa hanya PKL Kolong Retensi yang hanya ditertibkan? Padahal, PKL Kolong Retensi merupakan sebagian kecil dari pelanggaran Perda Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat. Sementara saat ini, banyak pelanggaran yang lebih besar dan sudah berlangsung lama, seperti PKL dikawasan Pasar Pagi, Pasar Induk dan Pasar Jalan Irian. Hanya saja, menurut Amir, hal tersebut merupakan kewenangan dari Satpol PP Pangkalpinang sebagai penegak perda.

Loading...

“Kita sih berharap semua diberlakukan sama, karena yang namanya pelanggaran harus ditertibkan tanpa pandang bulu. Dan kita ketahui bersama, saat ini perda tibum tramas sedang disosialiasikan oleh Satpol PP. Untuk itu, masalah kita harapkan bisa diselesaikan secara baik, karena kita lihat memang tidak sesuai lagi badan jalan dan trotoar digunakan badan jalan. Nah kalau pasar irian sampai sekarang kita terkendala dengan lahan yang menjadi relokasi mereka dan masalah ini juga sudah kita singgung dalam rapat bersama,” katanya.

Sekretaris Komisi II DPRD Kota Pangkalpinang, H Awi berbicara senada. Dia juga berharap opsi yang ditawarkan bisa diterima oleh pedagang. Terlebih dirinya sebagai wakil rakyat dapil Kecamatan Rangkui.

Komentar

BERITA LAINNYA