oleh

Peringatan Terakhir Dandim Belitung, 2×24 Jam Penambang Harus Angkat Kaki dari HLP Sijuk

SIJUK – Seolah tak belajar dari kasus sebelumnya, masih di kawasan Sijuk, kawasan Hutan Lindung Pantai (HLP) juga masih dirambah penambang. Dandim 0414/Belitung, Letkol inf Indra Padang S.Sos pun turun tangan. Ia memberikan waktu 2 kali 24 jam kepada para penambang di kawasan HLP di Desa Sijuk untuk ‘angkat kaki’ dan membongkar alat tambangnya.

“Ini peringatan terakhir, 2 kali 24 jam. Kalau masih ada yang nambang di HLP itu kita akan angkut,” katanya Pasi Intel Kodim 0414/Belitung, Letda inf Agus Ristianto kepada masyarakat yang menambang di dalam hutan bakau di Desa Sijuk.

Loading...

Letda inf Agus pun memerintahkan kepada anggotanya untuk turun ke lokasi guna memberikan peringatan terakhir tersebut. Alhasil, setelah rombongan memasuki hutan bakau, hanya ditemukan puluhan selang tanpa mesin yang tersebar di kawasan HLP. “Yang jelas ini HLP tidak boleh ditambang mau jenis apapun dan siapa pun,” tegasnya.

Tim gabungan yang terdiri dari Pasi Intel Kodim 0414/Belitung beserta jajarannya, Kapolsek Sijuk Iptu Abdul Haris beserta jajaran dan Camat Sijuk, Febriansyah juga mengamankan satu gerigen Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premium di lokasi tambang tersebut. “Yang jelas sampai Jumat (17/1) hingga seterusnya jika masih ditemukan akan kita tindak tegas,” tukasnya.

Masih kata Dandim, diketahuinya adanya aktivitas penambangan TI Ilegal di HLP tersebut berawal dari laporan masyarakat petani rumput laut yang tidak jauh bersebrangan dari lokasi. “Petani rumput laut melapor gagal panen mereka, karena lautnya kotor. Lumpurnya menempel di rumput laut mereka. Selain itu, mulailah ubah pemikiran untuk memajukan pariwisata, jaga pantai biar tidak rusak,” tandasnya. (fg6)

Komentar

BERITA LAINNYA