oleh

Peran Latip, Mana?

*Tak Terkuak Dalam Tuntutan JPU
TAMPAKNYA, nasib terdakwa Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) DPRD Kota Pangkalpinang, Budik Wahyudi, benar-benar apes. Berbagai fakta persidangan yang terkuak selama ini, justru tidak terkuak dalam tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) ang dibacakan, kemarin sore (1/2).

———————


Loading...

BUDIK WAHYUDI yang menjabat sebagai Bendahara DPRD Kota, dituntut 18 bulan penjara oleh JPU dari Kejaksaan Negeri Pangkalpinang, yang dibacakan Jaksa Meta di hadapan majelis hakim yang diketuai, Sri Endang, kemarin sore. Meta juga menuntut terdakwa untuk membayar denda Rp 50 juta dengan subsider 3 bulan kurungan.

Budik selaku Pegawai Negeri Sipil dinilai tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan korupsi. Sementara hal yang meringankan kerugian negara senilai Rp 158.253.197 yang diterima 13 dewan telah pulih. JPU menjeratnya dengan pasal 2 ayat (1) UU nomor 31 tahun 1999 Jo UU nomor 20 tahun 2001 Jo pasal 18 UU nomor 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 55 ayat (1) KUHP.

Budik yang sedari awal merasa dijadikan tumbal, tampaknya terus menderita sendiri. Pasalnya jaksa penuntut benar-benar mengabaikan fakta persidangan atas keterlibatan para atasan dan rekan-rekan Budik di DPRD Kota Pangkalpinang dalam pencairan SPPD bermasalah itu. Bahkan yang lebih ironis lagi, terkuaknya kunci pencairan SPPD ada di tangan Sekretaris Dewan, Latip Pribadi –dan ini semua dikemukakan para saksi dalam persidangan sebelumnya–, malah tidak terkuak di tuntutan JPU.

“Masak dalam tuntutanya jaksa tidak menyinggung peran dari pengguna anggaran Latip Pribadi dan rekan-rekan Budik lainya. Oleh jaksa hanya klien kami sendiri yang terkesan dipersalahkan atas terjadinya korupsi ini,” sesal penasehat hukum, Yulianis, usai persidangan.

“Padahal fakta persidangan telah jelas-jelas memaparkan adanya peran-peran pimpinan Budik, mulai dari PPTK, PPK, verifikasi, Kabag Keuangan hingga PA (Pengguna Anggaran Latip Pribadi) sampai terjadinya pencairan SPPD bermasalah itu. Tetapi faktanya lagi-lagi fakta itu diabaikan, klien kami yang hanya dipersalahkan,” ujarnya bernada kesal.

Komentar

BERITA LAINNYA