oleh

Pengerit Solar Ngadu Ke DPRD

TOBOALI – Penerapan fuel card atau kartu kendali Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi jenis solar yang mulai diberlakukan sejak 2 hari terakhir di Toboali, Kabupaten Bangka Selatan (Basel), Provinsi Bangka Belitung (Babel) tampaknya kurang efektif. Selain itu, kebijakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Babel yang memberlakukan kartu kendali BBM subsidi dengan tujuan menertibkan antrian panjang di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), hal tersebut dirasakan telah melukai hati masyarakat terutama kalangan pengerit minyak subsidi. Sehingga, atas kebijakan itu perwakilan pengerit di Kecamatan Toboali mendatangi Gedung Mahligai ‘DPRD’ Basel, Kamis (12/12/2019).

Pantauan Babel Pos di lapangan, kedatangan perwakilan pengerit secara spontan tanpa dikomandoi ke Gedung Mahligai ‘DPRD’ setempat dengan mengendarai berbagai jenis sepeda motor dan mobil, untuk menyampaikan segala keluhan dan aspirasinya ke wakil rakyat terkait kebijakan pemerintah yang memberlakukan fuel card atau kartu kendali BBM subsidi.


Loading...

Kedatangan perwakilan pengerit ini disambut oleh Wakil Ketua DPRD Basel, Samson Asrimono dan anggota Komisi I, Solman, anggota Komisi II, Kamarudin serta anggota Komisi III, Wendy.

“Tujuan kami datang ke Gedung DPRD ini hanya untuk menyampaikan segala keluhan kami kepada para dewan, wakil rakyat yang ada di DPRD Bangka Selatan,” ucap Andri, salah satu perwakilan pengerit di Toboali saat ditemui Babel Pos, di Gedung DPRD Basel, Kamis (12/12).

Komentar

BERITA LAINNYA