oleh

Penanganan Kasus Bansos Bangka ‘Lelet’

*Kajati: Ekspose Depan Saya….
NAH, Kepala Kejaksaan Tinggi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Kajati Babel), Happy Hadiastuty gerah juga.  Kasus penyelewengan dana bantuan sosial (Bansos) senilai Rp 1,9 Milyar di DPPKAD Kabupaten Bangka, ternyata ‘lelet’ dalam penanganannya oleh pihak Kejari Sungailiat.  Ada apa?
——————
 ”SAYA segera perintahkan Kajari (Sungailiat) dan Kasi Pidsus-nya untuk ekspos kasus tersebut di depan saya. Saya sendiri sampai saat ini belum dilaporkan oleh jaksanya kalau ada penanganan perkara itu,” kata Happy kemarin kepada harian ini.

Happy mengingatkan pada Kejaksaan Negeri Sungailiat agar penanganan perkara tersebut dilakukan secara serius dan transparan pada publik.  Apalagi kasus tersebut sedang mendapat sorotan tajam dari publik. “Kalau korupsinya sudah sampai hampir Rp 2 Milyar tentu itu besar. Ini menjadi tantangan bagi Pidsus di Sungailiat untuk mendalaminya apakah betul yang menikmatinya hanya seorang bendahara dan PNS biasa saja?” ucap Happy.

Loading...

Menurut Happy, kasus ini terbilang besar kerugian negaranya. Ini sangat cocok ditangani oleh Kejaksaan Negeri Sungailiat mengingat selama ini belum pernah menangani korupsi dengan kerugian negara sebesar itu.  “Kasus seperti ini –kerugian negara besar- bila sukses sampai penuntutan ini jadi prestasi besar. Apalagi memang kerugian negara yang besar seperti itu Kejaksaan Negeri masih belum pernah menanganinya, jadi ini bisa jadi prestasi,” ujarnya.
Perkara  penyelewengan dana Bansos senilai Rp 1,9 Milyar berawal dari temuan Badan Pemeriksa Keuangan  (BPK) yang diduga kuat dilakukan seorang  pegawai  PNS  bendahara DPPKAD pemerintah Kabupaten Bangka, SP.(eza)

Komentar

BERITA LAINNYA