oleh

Pemdes Tuding Lahan Desa Dijarah, Bos Sawit Dipolisikan

JAJARAN Pemerintah Desa Mendobarat, Bangka, yang dipimpin langsung Kades Masri, kemarin pagi (7/10) ramai-ramai mendatangi kantor Badan Advokasi dan Hukum (Bahu), Nasdem, di Kampung Opas.

——————

Loading...

MEREKA meminta pendampingan hukum terkait tudingan penjarahan lahan desa seluas kurang lebih 400 Ha sejak 2018 yang dialamatkan kepada perusahaan perkebunan yang mengutus seorang cukong dari Sungailiat berinisial Ab.

Dikatakan Kades Masri, dengan didampingi ketua Bahu, Dr. Adystia Sunggara, pelaporan telah dibuat secara resmi oleh perangkat desa di Mapolda Bangka Belitung dengan nomor 005/234/19.01.04 2004/2019 tanggal 9 Desember 2019.

“Laporan yang kami buat atas dugaan TP pemalsuan surat/penyerobotan lahan/pengrusakan/menempati tanah tanpa izin dari yang berhak atau kuasanya yang sah sebagaimana dimaksud dalam pasal 363 KUHP/ 385 KUHP/ pasal 406 KUHP/ pasal 6 ayat 1 huruf (a), (b), PRP nomor 51 tahun 1960. Laporan tersebut langsung atas nama pemerintah desa dan perangkatnya serta masyarakat kita,” kata Masri.

Dalam kasus ini dikatakanya, modus yang terjadi adalah dimana pihak perusahaan melalui seorang cukong dari Sungailiat berinisial Ab mempengaruhi 11 oknum warga di Mendo untuk mempengaruhi warga agar menjualnya. Lalu oleh pihak oknum dibuatlah sebuah surat pernyataan yang berisi diantaranya sebagai pemilik lahan.

Komentar

BERITA LAINNYA