oleh

Pemda Bangka Bantah Usir Penghuni Asrama Isba Jogja

Surat tersebut juga ditujukan agar memancing penghuni asrama Isba Bangka untuk proaktif datang dan melapor sebagai penghuni. Ia juga menyatakan tidak ada niatan untuk melakukan diskriminasi terhadap penghuni asrama. Di lain hal upaya penataan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Kalau tidak ada yang urus dan tidak bertanggung jawab siapa yang bertanggung jawab nanti, siapa yang tau adanya datang musibah, seperti Lion yang kemaren jatuh tidak ada yang nyangka. Ini yang harus saya antisipasi,” tandasnya.

Loading...

Menurutnya apesnya seorang pemimpin tidak ada yang tahu kapan terjadi ketika ia memimpin mungkin terjadi musibah yang tidak diinginkan tersebut . Sehingga apabila telah terjadi suatu musibah maka sebagai pemimpin ia lah yang akan disalahkan.

“Seorang pemimpin tidak ada yang tau, mungkin pas saya yang mimpin saya yang apesnya, ada kebakaran dan lain-lain. Kalau terjadi bupatinya dibilang bodoh. Jangan sampai bupati, OPD nya dikatakan masyarakat tidak bekerja, bodoh. Ini antisipasi kami, safety kami kedepan. Karena kalau belum ada kejadian kita tidak tahu, kalau sudah ada kejadian baru kita tahu,” jelasnya.

Penataan penghuni asrama Isba juga untuk memperjelas situasi supaya orang tua tahu bila anaknya ada atau tidak ketika mengaku sebagai penghuni Asrama Isba Jogja.

“Tolong sampaikan kepada masyarakat kita yang salah menafsirkan daripada isi surat itu, bahwa tujuan kami selaku kepala daerah dalam surat ingin menata,” pungkasnya.(trh)

Komentar

BERITA LAINNYA