oleh

Pasir Babel yang Dilirik, Walau Haram?

*Malaysia Stop Ekspor Pasir ke Singapura

Oleh: Safari Ans – Salah Satu Tokoh Pejuang Pembentukan Provinsi Babel —

Loading...

“SEBENARNYA kalimat ini tak sopan. Tapi saking kesalnya terpaksa diucapkan juga. Orang yang menjual tanahnya adalah orang bodoh. Tetapi orang yang mengangkut tanahnya dan menjualnya ke luar negeri adalah orang yang paling bodoh di dunia. Apalagi tanah seluruh wilayah Bangka Belitung (Babel) mengandung rare earth minimal. Mineral tanah jarang. MTJ. Didalamnya juga ada xenotime dan zircon bahan untuk meracik Thorium. Nuklir jenis terkini. Jadi menjual pasir atau tanah Babel ke Singapura berarti menjual bahan nuklir. Yang melakukannya pastilah sangat bodoh. Makanya, Indonesia melarang ekspor pasir sejak tahun 2007.”

———————–

BERDASARKAN data dari Pusat Data Statistik Perdagangan Komoditas Perserikatan Bangsa-Bangsa (UN Comtrade), Singapura telah mengimpor 59 juta ton pasir dari Malaysia tahun 2018 lalu. Menurut catatan itu, biaya pengiriman yang tercatat di kepabeanan kedua negara itu, transaksinya mencapai USD 347 juta. Setara Rp 5,2 triliun.

Jumlah 59 juta ton pasir asal Malaysia itu merupakan 97% dari total impor pasir Singapura. Itu setara dengan 95% penjualan pasir Malaysia secara dunia. Kini Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad menyetopnya. Ketika Mahathir jadi PM Malaysia priode sebelum juga bertindak sama. Ia tak suka tanahnya dijual ke Singapura. Barangkali takut disebut “orang bodoh” tadi.

Indonesia sejak tahun 2007 telah melarang ekspor pasir. Melalui Departemen Perdagangan melarang ekspor pasir, tanah dan top soil. (termasuk humus). Alasannya untuk menjaga pelestarian lingkungan dan menjaga kedaulatan Republik Indonesia. Keputusan itu diambil ketika kementerian itu dipimpin oleh Mari Elka Pangestu. Era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Komentar

BERITA LAINNYA