oleh

Palestina, Toboali Membelamu

*Konser Penggalangan Dana Kemanusian Untuk Palestina
Babelpos.co  TOBOALI – Konser penggalangan dana kemanusia untuk Palestina di pesisir pantai laut Nek Aji Toboali, Kabupaten Bangka Selatan Provinsi Bangka Belitung, Jumat (13/7/2018) sore dihadiri Ustad Opick dan Bupati Basel, Justiar Noer.

Selain itu, hadir juga para unsur muspida, Forkompinda, tokoh agama, masyarakat, pemuda dan pengurus masjid serta para pejabat dilingkungan Pemkab Basel.

Loading...

“Marilah kita membantu meringankan beban warga Palestina yang teraniaya oleh kekejaman zionis. Membantu penduduk Palestina dengan cara menyumbangkan harta, doa dan usaha-usaha lainnya yang bagi rakyat Palestina. Kita tidak perlu jihad pergi ke Palestina. Rakyat Palestina perlu doa dan bantuan harta untuk perjuangan mempertahankan diri, mulai besok kita bisa memulai di setiap rumah punya tabungan kecil berupa kaleng atau dompet untuk meletakkan uang recehan yang setiap hari kita sisihkan untuk membantu perjuangan rakyat Palestina,” ajak Bupati Basel, Justiar Noer saat membuka konser amal untuk kemanusiaan Palestina.

Justiar menegaskan, gerakan menabung untuk Palestina ini diharapkan terus dilanjutkan sebagai bentuk jihad hingga rakyat Palestina meraih kemerdekaannya.

“Semoga dana yang terkumpul dan dana yang disumbangkan nanti, bisa meringankan beban mereka yang dijajah Israel. Kami berterima kasih kepada seluruh pihak baik dari perorangan, maupun kelompok masyarakat termasuk lembaga dan organisasi masyarakat yang peduli terhadap rakyat Palestina,” kata Justiar.

Kegiatan penggalangan dana ini, lanjut Justiar sangat berguna dengan tujuan membantu rakyat Palestina sebagai wujud kepedulian terhadap sesama manusia.

“Saat ini, warga muslim Palestina sangat membutuhkan uluran tangan kita dan umat muslim di seluruh dunia akibat tertindas oleh bangsa Israel yang menganut paham Yahudi. Penindasan Israel sudah mengorbankan warga muslim Palestina dan hampir setiap hari anak-anak yang tidak berdosa itu mati sia-sia,” jelas Justiar menambahkan penderitaan yang dialami rakyat Palestina bukan permasalahan sebuah bangsa. Tetapi terkait kemanusiaan sehingga memerlukan kepedulian sesama untuk membantu mereka.

“Mereka dikepung dari laut, darat dan udara, tapi mereka tetap tegar dan tidak akan pernah mengakui Israel di tanah Palestina. Kita tidak pernah lupa mengingatkan tentang agresi militer zionis Israel berkode Operation Protective Edge selama 51 hari, sekitar 1 tahun lalu yang telah meluluhlantakan jalur gaza,” tutur Justiar.(tom)

Komentar

BERITA LAINNYA