Pakistan mengumumkan "perang terbuka" melawan Afganistan

Dawud

Pakistan mengumumkan "perang terbuka" melawan Afganistan

“Sekarang terjadi perang terbuka antara kami dan mereka,” Menteri Pertahanan Pakistan Khawaja Muhammad Asif mengumumkan. Pakistan berharap kelompok Islam Taliban akan fokus pada kepentingan rakyat Afghanistan dan perdamaian di wilayah tersebut, katanya. Namun Taliban telah menjadi wakil India. India adalah saingan berat Pakistan. “Kesabaran kami sudah habis,” kata Asif.

Hubungan antara pemerintah di Islamabad dan pimpinan di Kabul telah lama tegang. Pemerintah Pakistan juga menuduh Taliban yang berkuasa di Afghanistan memberikan perlindungan kepada ekstremis dari kelompok Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP). Taliban menolak hal ini. TTP, yang didirikan pada tahun 2007, berperang bersama Taliban melawan pasukan pimpinan AS di Hindu Kush dan berulang kali melakukan serangan. Organisasi ini juga berada di balik upaya pembunuhan terhadap Malala Yousafzai pada tahun 2012, yang saat itu masih bersekolah dan menerima Hadiah Nobel Perdamaian dua tahun kemudian atas karyanya sebagai aktivis hak-hak anak dan perempuan.

Pada Jumat malam, Pakistan menyerang sasaran di beberapa kota besar Afghanistan. Menurut sumber keamanan, militer menargetkan ibu kota Kabul serta provinsi Kandahar dan Paktia. Ada serangan roket terhadap pos-pos Taliban, markas besar dan gudang amunisi. Menurut Pakistan, bentrokan juga terjadi di beberapa wilayah sepanjang sekitar 2.600 kilometer perbatasan.

Kedua belah pihak melaporkan kerugian besar

Juru bicara pemerintah Pakistan menyebutkan 133 pejuang Taliban tewas. Taliban melaporkan kematian 55 tentara Pakistan. Jumlah tersebut tidak dapat dikonfirmasi secara independen.

Pakistan jauh lebih unggul secara militer dibandingkan Afghanistan. Namun Taliban punya banyak pengalaman dalam perang gerilya. Mereka berperang melawan pasukan pimpinan AS selama beberapa dekade sebelum mengambil alih kekuasaan kembali di Kabul pada tahun 2021.

Reaksi dari Tiongkok dan Rusia

Pemerintah Tiongkok menyatakan “keprihatinan mendalam” atas pertempuran antara Afghanistan dan Pakistan. Tiongkok menyerukan kedua belah pihak untuk “tetap tenang dan menahan diri,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Mao Ning.

Negara-negara harus mencapai gencatan senjata sesegera mungkin dan menghindari pertumpahan darah lebih lanjut. Kementerian dan kedutaan besar Tiongkok di Pakistan dan Afghanistan akan bekerja sama “dengan pihak-pihak terkait di kedua negara” mengenai masalah ini.

Menurut media pemerintah, pemerintah di Moskow juga menyerukan penghentian pertempuran dan menawarkan upaya mediasi. Rusia adalah satu-satunya negara yang secara resmi mengakui pemerintahan Taliban.

gri/AR (rtr, AFP, dpa)