oleh

OJK dan BI Saling Dukung Tingkatkan Industri Jasa Keuangan dan Perlindungan Konsumen

PANGKALPINANG – Kepala Otoritas Jasa Keuangan( OJK) Kantor Regional 7 Sumatera Bagian Selatan, Panca Hadi Suryanto menilai secara umum kinerja keuangan industri perbankan di Sumbagsel hingga berjalan di semester kedua tahun 2018 dinilai masih baik antara lain dari sisi Dana Pihak Ketiga (DPK) dan kinerja keuangan Industri Keuangan Non Bank (IKNB) per bulan. Disisi berikutnya OJK juga menyadari bahwa masih mempunyai pekerjaan rumah (pr) yakni bagaimana mendorong perbankan melakukan penyaluran kredit yang lebih baik dan bermanfaat bagi masyarakat.

“Kami memiliki tantangan termasuk bagaimana meningkatkan pemahaman masyarakat yang belum merata tetang pentingnya inklusi keuangan, terlebih target yang diharapkan pemerintah sudah bisa tercapai 75 persen pada tahun 2019 sementara sampai saat ini indeks literasi keuangan secara nasional hingga Juli 2018 misalnya baru mencapai 29,65 % dan inklusi sebesar 68,82%.Oleh karena itu OJK khususnya juga berusaha mencapai target pemerintah terhadap iklusi keuangan di 2019 tersebut sebesar 75%.Dan untuk hal ini OJK juga terus berkoordinasi dengan lembaga terkait seperti Bank Indonesia, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, kepolisian dan kejaksaan serta lembaga lain ( Ombudsman) dan terkait lainnya sehingga koordinasi, komunikasi dalam menghadapi dinamika layanan keuangan dan ikut menjaga stabilitas keuangan nasional maupun transper informasi kepada masyarakat juga akan bisa makin lebih baik,”sebut Panca.


Loading...

Disamping melaksanakan tugas dan fungsi pokoknya dalam pengawasan terhadap otoritas keuangan yang ada di wilayah regional 7 Sumbagsel. OJK juga berupaya mengenalkan produk-produk layanan lembaga keuangan dan perbankan kepada masyarakat termasuk memfasilitasi pelatihan termasuk kepada para pelaku UMKM mulai dari sisi pencatatan sederhana dalam usaha, proses peningkatan kapasitas (capacity building) pemasaran online, pengemasan produk yang lebih menarik dan sebagainya.

“Kami juga mendorong perbankan untuk membentuk agent laku pandai sebagai inklusi kepada masyarakat termasuk juga kepada para pelaku UMKM. Oleh karena itu pengawasan memang akan terus dilakukan termasuk ke depan OJK juga akan melakukan pengawasan dengan berbasis teknologi digital. Dan semua hal ini yang akan terus kita lakukan secara bersama-sama untuk lebih intens dan masif dalam meningkatkan pertumbuhan industri jasa keuangan, pengawasan dan perlindungan terhadap konsumen atau nasabah,”sebut Panca lagi.

Komentar

BERITA LAINNYA